Connect with us

Raket

Persiapan Jelang Tur Eropa, Ganda Putra Tingkatkan Daya Tahan Otot

Herry Imam Pierngadi membeberkan persiapan tim ganda putra Indonesia ke 3 turnamen BWF yang akan berlangsung di Eropa pada Maret mendatang.

Diterbitkan

on

Persiapan Ganda Putra
Pelatih Ganda Putra Herry IP Bersama Dengan Skuad Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian, Mohammad Ahsan, Muhammad Rian Ardianto, Hendra Setiawan dan Kevin Sanjaya, (Sumber: Kompas)

Suarapakar.com – Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Herry Imam Pierngadi membeberkan persiapan tim ganda putra Indonesia ke 3 turnamen BWF yang akan berlangsung di Eropa pada Maret mendatang.

Herry IP mengatakan bahwa program latihan ganda putra menjelang tur Eropa nanti lebih ditekankan pada peningkatan daya tahan otot, baik tangan maupun kaki.

“Yang ke Eopa itu kan ada tiga turnamen. swiss, Jerman, dan All England. Belajar dari Asian Leg kemarin memang kita kekurangan daya tahan otot,” ujarnya mengutip dari akun Twitter resmi PBSI, Kamis (11/2/2021).

Pelatih Naga Api (sapaan akrab Herry IP) juga mengungkapkan bahwa punya alasan tersendiri menurunkan 3 pasangan seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di dua turnamen German Open dan All England 2021.

“Kalau ikut ke Swiss juga, sulit mengatur peak performancenya. Untuk target di dua turnamen itu juga berbeda. Target utamanya pasti All England,” imbuhnya.

“Sementara kalau di Jerman, bahasanya itu target antara. Jadi apapun hasilnya di Jerman ya hanya antara. Karena kita atur peaknya di All England,” lanjutnya.

Baca juga: Penutup Tur Eropa Maret, Ini Daftar Wakil Indonesia di All England 2021

Persiapan Sektor Ganda Putra Berbeda-Beda

Lebih lanjut, Herry IP mengatakan bahwa skuad ganda putra menjalani program persiapan yang brbeda-beda di pelatnas PBSI Cipayung.

“Kalau Ahsan/Hendra saya hanya menjaga kondisinya agar tidak ada cedera. Peningkatan mungkin bisa, tapi tidak signifikan,” pungkasnya.

“Untuk Kevin/Marcus dan Fajar/Rian selain daya tahan, kondisi fisik juga harus ditingkatkan. Marcus/Kevin kan sudah satu tahun tidak bertanding,” sambungnya.

Oleh sebab itu, menurutnya Marcus/Kevin harus menemukan kembali aura pertandingannya di German Open. Begitu juga dengan Fajar/Rian yang touch bertandingnya sempat hilang di turnamen Asian Leg lalu.

Sementara itu, Ia menilai bahwa untuk pasangan muda seperti Leo/Daniel, Pram/Yeremia dan Bagas/Fikri seharusnya belum ada tekanan karena kalahpun tidak akan menjadi masalah. Untuk mereka yang terpenting adalah jam terbang serta menambah pengalaman melawan pemain top dunia.

Selain itu, bisa bermain di level atas seperti All England merupakan kesempatan yang bagus. Karena bisa menambah poin dan memperbaiki rangking.

“Tetapi secara garis, pola bermain tiga pasangan muda ini sudah benar. Sudah bagus. Dan sudah sesuai dengan apa yang saya harapkan. Walaupun masih banyak yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Berita Populer