Connect with us

Kriminal

Peringkat 1 di Indonesia, Sumut Darurat Narkoba

“Dari 14 juta penduduk kita yang terpapar narkoba lebih kurang 7 persen kalau dikalikan itu 1,5 juta jiwa,”

Diterbitkan

on

Peringkat 1 di Indonesia, Sumut Darurat Narkoba (suara pakar)
Polrestabes Medan menggelar konferensi pers usai mengungkap peredaran narkoba di Kota Medan. (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara (Sumut), provinsi Sumut menduduki peringkat pertama di Indonesia dalam hal penyalahgunaan narkoba.

Dari 14 juta jiwa penduduk Sumut, sebanyak 7 persen atau 1,5 juta jiwa tercatat menjadi korban penyalahgunaan narkoba baik yang aktif maupun nonaktif.

Hal itu disampaikan Kepala BNNP Sumut Brigjend Drs Toga H Panjaitan dalam konfrensi pers pemusnahan puluhan kilogram narkoba yang berhasil diungkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan yang berlangsung di Malporestebes Medan, Jalan HM. Said Medan, Selasa (14/9/2021).

“Perlu disampaikan pengungkapan ini tidak semata-mata bisa memberantas narkoba. Karena Sumatera Utara ini rangking 1 di Indonesia dari segi korban penyalahgunaan. Dari 14 juta penduduk kita yang terpapar narkoba lebih kurang 7 persen kalau dikalikan itu 1,5 juta jiwa,” ungkapnya kepada awak media.

Toga pun mengaku telah berulang kali melakukan koordinasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Kota (Pemko) untuk membahas penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba. Menurutnya korban penyalahgunaan narkoba tidak bisa disembuhkan dengan hukuman penjara melainkan menjalani sejumlah penanganan medis melalui rehabilitasi.

“Ini juga jadi persoalan kita bersama. Saya sudah bicara dengan pak Gubernur (Edy Rahmayadi) bagaimana menurunkan angka korban penyalahgunaan narkoba yang selama ini penanganannya kurang. Karena konsep dan jalan berpikirnya untuk mengurangi semua korban itu intinya harus kita rehabilitasi, kita obatin, bukan dipenjara,” terangnya.

Toga menambahkan, bahwa selama ini korban penyalahgunaan narkoba tidak pernah mendapat penanganan yang serius. Menurutnya hal itu membuat suplai barang-barang haram tersebut tetap laku diperjual-belikan.

“Barang banjir terus, penggunanya tidak sembuh,” tambahnya.

Baca juga: Polrestabes Medan Musnahkan Barang Bukti Narkoba, Salah Satunya Heroin

BNNP Sumut Minta Pemda dan Pemko Buat Panti Rehab Gratis

Toga menjelaskan bahwa selama ini pihaknya mencatat korban penyalahgunaan narkoba banyak berasal dari kalangan masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas. Sedangkan untuk ketersediaan panti rehab yang dikelola swasta, lanjut jelas dia, memiliki biaya yang cukup tinggi.

“Kami sangat berharap nanti Pemerintah Daerah mulai dari pak gubernur, wali kota, dan seluruh jajaran di Sumatera Utara ini akan membangun panti-panti rehab gratis, tidak berbayar guna menyelamatkan anak bangsa,” jelasnya.

“Dan kami juga akan lakukan koordinasi dengan panti rehab swasta meminta supaya jangan mahal karena mereka tidak punya kemampuan. Karena dari 100 orang, 50 diantaranya mohon maaf, orang-orang miskin yang tidak mampu,” lanjutnya.

Pada proses menjalani rehabilitasi, lanjut Toga, para korban penyalahgunaan narkoba nantinya akan dirawat inap minimal 3 bulan dan maksimal 6 bulan.

“Memang dia tidak akan pulih tapi ibarat dia disuntik vaksin minimal mereka punya daya tangkal. Dan untuk pemula kami kasih rawat jalan dengan proses asesmen medis maupun dengan asesmen terpadu,” tuturnya.

Toga menguatkan penanganan terhadap korban penyalahgunaan narkoba melalui rehabilitasi untuk menyukseskan program Presiden Joko Widodo dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2020 Aksi Nasional Program Pencegahan Pemberantasan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Mudah-mudahan dengan sisa waktu beberapa tahun ini kedepannya akan sukses. Intinya bagaimana kita mengurangi, mengendalikan bahwa kejahatan narkoba ini sudah merupakan Extra Ordinary Crime atau kejahatan luar biasa,” sebutnya.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution yang juga hadir dalam pemusnahan narkoba di Polrestabes Medan, berharap agar pelaku pengedar narkotika di Kota Medan dapat dihukum seberat-beratnya. Selain itu, dia juga berharap agar rencana panti rehab bagi korban penyalaguna narkoba dapat terealisasi.

“Pengguna ini adalah korban. Masih bisa dibina, bisa direhab, dan ini merupakan peran pemerintah membuat rehab yang free (gratis). Dan mereka pelaku pengedar agar bisa diberikan hukuman seberat-beratnya karena ini menyangkut masa depan anak-anak muda,” pungkasnya.

Reporter: Ilham

Berita Populer