Connect with us

Kriminal

Perampok Pasar Simpang Limun Sembunyikan Emas di Rumah Orangtua

“Itu lengkap emasnya dari hasil kejahatan tidak ada satu butir pun yang hilang,”

Diterbitkan

on

perampok toko emas pasar Simpang Limun (suara pakar)
Pelaku perampokan emas pasar Simpang Limun Medan saat diboyong di Mapolda Sumut. (Foto: Jafar Wijaya/ Suara Pakar)

Suarapakar.com – Salah seorang perampok toko emas pasar Simpang Limun, Medan menyembunyikan hasil rampokannya di rumah orang tuanya di Kabupaten Dairi. Emas yang disimpan beratnya mencapai 6,8 kilogram.

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengungkapkan hal tersebut kepada wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (15/9/2021). Pelaku yang menyembunyikan enas itu adalah Hendrik.

“Informasi awal kita dapat emas tersebut disembunyikan di atas plafon rumah bapaknya,” kata Panca.

Panca melanjutkan, petugas kepolisian yang melakukan pengejaran ke Kabupaten Dairi sempat terkecoh dengan lokasi disembunyikannya emas tersebut. Setelah tersangka Hendrik diamankan, penyidik berhasil mengamankan emas yang ia tanam di halaman belakang rumah orangtuanya.

“Setelah kita minta keterangannya baru menjelaskan bahwa emas itu disimpan oleh saudaranya dan ia tanam kembali di halaman belakang rumah orang tuanya,” terangnya.

Mantan Kapolda Sulsel itu pun memastikan saat melakukan pemeriksaan tidak ada satu gram pun emas yang hilang.

“Itu lengkap emasnya dari hasil kejahatan tidak ada satu butir pun yang hilang,” tegasnya.

Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menunjukkan barang bukti berupa emas hasil rampokan toko emas di Pasar Simpang Limun. (Foto: Jafar Wijaya/Suara Pakar)

Baca juga:

Perampok Toko Emas Pasar Simpang Limun Terancam 12 Tahun Penjara

Panca menjelaskan bahwa untuk tersangka Hendrik yang merupakan otak pelaku aksi perampokan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan terukur. Pelaku mencoba melawan petugas saat melangsungkan pra rekontruksi kejadian.

“Sedangkan untuk empat tersangka lainnya dikenakan Pasal 365 ayat 2 ke-4 e dan 2 e serta Pasal 55 dan 56 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sebagaimana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” sebutnya.

Sementara itu, petugas kepolisian juga turut mengamankan barang bukti satu pucuk senjata api laras panjang serta satu pucuk senjata api laras pendek yang digunakan pelaku saat melakukan aksi perampokan. Selain itu, 117 butir peluru ukuran 7,62 mm, 11 butir peluru Revolver ukuran 3,81 dan satu unit sepeda motor merek Honda Beat.

“Semua senjata api saya tegaskan adalah buatan atau rakitan yang dibeli oleh tersangka Hendrik dari Aceh,” pungkas Panca.

Adapun kelima tersangka yang telah ditangkap, yakni Hendrik Tampubolon (38) warga Jalan Paluh Kemiri Lubuk Pakam Kabupaten Deliserdang. Hendrik didapuk merupakan otak pelaku aksi perampokan. Kemudian Farel (21) warga Jalan Garu 1 Gang Manggis Kecamatan Medan Amplas.

Selanjutnya, Paul (32) warga Jalan Menteng VII Gang Horas Kecamatan Medan Denai, Prayogi alias Bejo (25) warga Jalan Bangun Sari, Lingkungan II, Kecamatan Medan Johor dan terakhir Dian.

Video Pengungkapan Perampokan Toko Emas Simpang Limun Medan

Reporter: Ilham

Berita Populer