Connect with us

Nasional

Pemprovsu Belum Putuskan Aturan Level PPKM, Gubsu: Nanti Kita Atur

“Acara-acara pernikahan tidak diperbolehkan, acara-acara adat juga tak diperbolehkan, belanja-belanja semua di atur, mal-mal sampai sekarang belum di buka itu tindakan kita,”

Diterbitkan

on

Pemprovsu Belum Putuskan Aturan Level PPKM (suara pakar)
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi. (Sumber: Fb Pemprovsu)

Suarapakar.com – Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi mengaku belum bisa memberikan keputusan terkait tingkatan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang akan diberlakukan di kabupaten/kota Sumut.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk memperpanjang kebijakan PPKM. Khusus di luar pulau Jawa-Bali, perpanjangan PPKM akan berlangsung hingga tanggal 6 September 2021 mendatang.

“Kita atur nanti. Ada ketentuan-ketentuannya untuk level 4, level 3, level 2. Nanti kita atur,” ungkap Edy kepada wartawan di Rumah Dinas (Rumdis) Gubsu, Jalan Sudirman Medan, Selasa (24/8/2021).

Sebelumnya, dijelaskan Edy, Pemprovsu telah melakukan berbagai tindakan dalam pencegahan dan penanganan Covid-19 di sejumlah kabupaten/kota di Sumut.

“Yang sudah kita lakukan penyekatan-penyekatan lebih ketat, acara-acara pernikahan tidak diperbolehkan, acara-acara adat juga tak diperbolehkan, belanja-belanja semua di atur, mal-mal sampai sekarang belum di buka itu tindakan kita,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Lanjutkan PPKM Luar Jawa-Bali hingga 6 September 2021

Belum Putuskan Aturan Level PPKM, Sumut Prioritaskan Vaksinasi Covid-19

Ditambahkan Edy, saat ini pihaknya tengah memprioritaskan program vaksinasi Covid-19. Hal itu, imbuhnya, sebagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Sumut.

“Terakhir vaksinasi akan diprioritaskan secepatnya,” tegas Edy.

Sebelumnya, Sumut sendiri masuk tiga besar dalam penambahan kasus Covid-19 di Indonesia. Berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 per tanggal 22 Agustus 2021, penambahan kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.002 dengan total keseluruhan mencapai 89.068 kasus.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer