Connect with us

Nasional

Pemprov Sumut Kembali Memperpanjang PPKM Mikro hingga 5 Juli 2021

PPKM Mikro berlaku pada Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, dan Kabupaten Deliserdang. Lalu, Serdangbedagai, Simalungun, Langkat, Karo dan Dairi, hingga 5 Juli 2021.

Diterbitkan

on

Pemprovsu Kembali Memperpanjang PPKM Mikro (suara pakar)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Musa Rajekshah dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar. (Foto: Dokumen kominfo/Alfiasnyah)

Suarapakar.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dari 22 Juni hingga 5 Juli 2021 di 10 kabupaten dan kota.

Adapun 10 kab/kota tersebut yaitu Kota Medan, Binjai, Tebingtinggi, Pematangsiantar, dan Kabupaten Deliserdang. Lalu, Serdangbedagai, Simalungun, Langkat, Karo dan Dairi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Irman Oemar mengatakan, keputusan itu diterbitkan melalui Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188.54/25/INST/2021 tanggal 21 Juni 2021.

“Instruksi Gubernur tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan keluarahan,” ungkap Irman, Rabu (23/6/2021).

Ia menjelaskan PPKM Mikro dilakukan dengan mempertimbangkan kriteria zonasi pengendalian wilayah. Di zona hijau, pengendalian dilakukan dengan surveilans aktif, pengetesan suspek hingga pemantauan kasus secara rutin.

Di zona kuning, dengan kriteria terdapat satu atau dua rumah dengan kasus konfirmasi positif skenario dilakukan secara berbeda.

“Yakni dengan menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, lalu melakukan isolasi mandiri untuk pasien positif dan kontak erat,” katanya.

Untuk zona oranye, lanjut Irman, dengan kriteria terdapat tiga sampai dengan lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT. Maka akan dilakukan pembatasan untuk beberapa kegiatan, misalnya tempat bermain anak dan tempat umum.

“Zona merah dengan kriteria terdapat lima rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam satu RT, maka ada beberapa skenario pengendalian,” ucapnya.

“Di antaranya menemukan kasus suspek dan pelacakan kontak erat, melakukan isolasi mandiri atau terpusat dengan pengawasan ketat, membatasi keluar masuk wilayah RT hingga meniadakan kegiatan sosial masyarakat di lingkungan RT yang menimbulkan kerumunan, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Baca juga: PPKM Mikro Kembali Diperpanjang, Mendagri Terbitkan Instruksi Pengetatan

Pembatasan di Kantor dan Tempat Hiburan

Selain itu, Gubernur juga meminta agar sistem dan manajemen tracing, perbaikan treatrment termasuk meningkatkan fasilitas kesehatan juga dijalankan.

“Tidak hanya itu, Bupati dan Walikota juga diminta agar mengantisipasi potensi kerumunan yang mungkin terjadi selama PPKM di daerah masing-masing. Baik itu yang berhubungan dengan kegiatan ekonomi, maupun kegiatan yang lain dapat melanggar protokol kesehatan,” kata Irman.

Irman juga menyampaikan, PPKM Mikro dilakukan bersamaan dengan PPKM Kabupaten dan Kota. Untuk pelaksanaan kegiatan perkantoran atau tempat kerja pada Zona Merah.

“Pembatasan dilakukan dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen Work From Office (WFO) 25 persen. Selain Zona Merah, pembatasan dilakukan dengan menerapkan WFH 50 persen dan WFO 50 persen,” ungkapnya.

Untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada kabupaten dan kota yang berada dalam Zona Merah dilaksanakan secara daring (online). Untuk kabupaten dan kota selain pada Zona Merah dilaksanakan sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan prokes ketat.

Kemudian, pelaksanaan kegiatan pada pusat perbelanjaan, mall dan pusat perdagangan, diterapkan pembatasan jam operasional sampai Pukul 20.00 WIB. Dan pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 25 persen dengan penerapan prokes secara lebih ketat.

Dia menyebutkan, kegiatan operasional untuk tempat hiburan lainnya pembatasan jam operasional sampai dengan Pukul 20.00 WIB. Seperti klab malam, diskotik, pub atau musik hidup, karaoke umum dan keluarga, bar/rumah minum, griya pijat, spa (sante par aqua), bola gelinding, bola sodok, mandi uap, seluncur dan area permainan ketangkasan dan lain-lain.

Selain itu, pembatasan kapasitas pengunjung juga sebesar 50 persen dengan penerapan prokes secara lebih ketat.

Reporter: Alfiansyah

GRANPRIZE

Berita Populer