Connect with us

Peristiwa

Pemkab Pandeglang Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa

Gempa magnitudo 6.6 tersebut membuat ratusan rumah mengalami kerusakan, juga pada puluhan sekolah yang tersebar di 23 kecamatan Kabupatan Pandeglang.

Diterbitkan

on

Pemkab Pandeglang Banten Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa (suara pakar)
Bagian bangunan SD Negeri di Kabupanetn Pandeglang, Banten roboh akibat terdampak gempa magnitudo 6.6 yang mengguncang Jutam (14/1/2022). (Sumber: Facebook)

Suarapakar.com – Pasca gempa magnitudo 6.6 yang mengguncang Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, tetapkan status tanggap darurat mulai Jumat (14/1/2022) hingga Kamis (27/1/2022) mendatang.

“Penetapan status tanggap darurat itu terhitung 14 hari ke depan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Girgi Jantoro dalam keterangan persnya.

Girgi mengatakan, penetapan status tanggap darurat ini, menjadikan Pemkab Pandeglang fokus pada penanganan pascabencana dan memberikan pelayanan kepada korban bencana alam.

“Penanganan ini merupakan bentuk pengurangan risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” jelasnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 6.6 (hasil analisis BMKG dari sebelumnya 6.7) mengguncang Banten. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 km.

Baca juga: Gempa Magnitudo 6.7 Guncang Banten, Aftershock Masih Terjadi

Gempa Magnitudo 6.6 Pandeglang, Ratusan Rumah Rusak

Pihak Pemkab Pandeglang menetapkan status tanggap darurat bencana itu karena korban kerusakan rumah cukup banyak dan dipastikan terjadi pengungsian. Berdasarkan data sementara hingga pukul 21.00 WIB, sebanyak 263 rumah dan 10 sekolah rusak tersebar di 23 kecamatan.

Adapun daerah terparah dampak gempa, yakni Cikeusik, Cimanggu, dan Sumur, karena lokasinya berdekatan dengan pusat gempa tektonik magnitudo 6,6 itu. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa dalam bencana itu, akan tetapi dua warga Cikeusik mengalami luka ringan.

Kemungkinan data kerusakan rumah, sekolah, dan perkantoran tersebut terus bertambah sebab petugas dari pemerintah kecamatan dan desa masih melaporkan kepada BPBD setempat.

Selain itu, juga terjadi pengungsian warga karena tempat tinggal mereka roboh atau rusak berat. Oleh karena itu, BPBD Pandeglang akan mendirikan tenda, dapur umum, dan tempat pengungsian untuk penanganan korban.

Berita Populer