Connect with us

Nasional

Pemerintah Tetapkan Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi Covid-19

“Jadi sebelas obat yang sering digunakan dalam masa pandemi Covid-19, kita sudah atur harga eceran tertingginya. Saya tegaskan di sini, saya sangat tegaskan di sini kami harap aturan harga obat itu agar dipatuhi,”

Diterbitkan

on

Harga Eceran Tertinggi Obat Terapi Covid-19 (suara pakar)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Sumber: Setkab RI)

Suarapakar.com – Pemerintah melalui Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menetapkan harga eceran tertinggi (HET) obat terapi Covid-19. Melalui Keputusan Menkes Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

“Harga eceran tertinggi ini merupakan harga jual tertinggi obat di apotek, instalasi farmasi, RS (rumah sakit), klinik, dan faskes (fasilitas kesehatan), yang berlaku di seluruh Indonesia,” ujar Budi dalam keterangan persnya dikutip dari Sekretariat Kabinet RI, Minggu (4/7/2021).

Ada sebelas obat yang ditetapkan harga eceran tertinggi oleh Menkes, sebagaimana diatur dalam Kepmenkes tersebut, yakni:

  1. Favipiravir 200 mg (tablet), harganya Rp22.500 per tablet
  2. Remdesivir 100 mg (injeksi), harganya Rp510.000 per vial
  3. Oseltamivir 75 mg (kapsul), harganya Rp26.000 per kapsul
  4. Intravenous Immunoglobulin 5 persen 50 ml (infus), harganya Rp3.262.300 per vial
  5. Intravenous Immunoglobulin 10 persen 25 ml (infus), harganya Rp3.965.000 per vial
  6. Intravenous Immunoglobulin 10 persen 50 ml (infus), harganya Rp6.174.900 per via
  7. Ivermectin 12 mg (tablet), harganya Rp7.500 per tablet
  8. Tocilizumab 400 mg/20 ml (infus), harganya Rp5.710.600 per vial
  9. Tocilizumab 80 mg/4 ml (infus), harganya Rp1.162.200 per vial
  10. Azithromycin 500 mg (tablet), harganya Rp1.700 per tablet
  11. Azithromycin 500 mg (infus), harganya Rp95.400 per vial

“Jadi sebelas obat yang sering digunakan dalam masa pandemi Covid-19, kita sudah atur harga eceran tertingginya. Saya tegaskan di sini, saya sangat tegaskan di sini kami harap aturan harga obat itu agar dipatuhi,” tegas Budi.

Budi menegaskan bahwa hal ini menjadi keprihatinan bersama, karena masih ada kelompok masyarakat yang memanfaatkan situasi dengan menimbun dan menaikan harga obat di pasaran. Agar bisa mengambil keuntungan yang besar dari krisis yang tengah terjadi.

Dimana, obat tersebut ditemukan dijual bebas di berbagai platform belanja daring. Bahkan, dengan harga jauh di atas yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu Menkes meminta agar masyarakat tidak membeli obat terkait secara bebas, termasuk melalui platform daring secara ilegal.

Baca juga: Perusahaan-Pekerja Diminta Patuhi PPKM Darurat, Menaker: Untuk Keselamatan Bersama

Pemerintah dan Polri Tindak Tegas Penyelewengan Obat Covid-19

Senada dengan Menkes, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa masalah harga obat ini akan ditindak secara jelas karena ini menyangkut masalah kemanusiaan.

Ditambahkannya, harga-harga obat harus dibuat wajar dan harus mengacu pada peraturan menteri yang dibuat oleh Menkes.

“Kita harus tindak tegas orang-orang yang bermain-main dengan angka ini (harga obat). Kita betul-betul jangan main-main karena ini menyangkut masalah kesehatan,” tegas Luhut.

Sementara itu , Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung terkait penegakan hukum bagi pihak-pihak yang menjual obat di atas harga eceran tertinggi.

Bahkan, Kapolri sudah mengarahkan kepada jajarannya untuk disusun pasal-pasal yang sudah dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan.

“Apabila terjadi hal-hal yang diperkirakan menjual obat dengan harga yang lebih mahal. Sengaja menimbun obat sampai menimbulkan keselamatan masyarakat terganggu, akan kita lakukan penegakan hukum,” kata Agus.

“Dan pihak kejaksaan menyatakan siap untuk mendukung apapun langkah yang dilaksanakan oleh Polri,” lanjutnya.

GRANPRIZE

Berita Populer