Connect with us

Ekonomi

Pemerintah Jamin Pasokan Gula Rafinasi Aman Hingga Ramadhan

“Untuk Ramadan kita siapkan 1 jutaan ton (gula rafinasi). Itu sampai Mei 2021, sampai hari raya,” ungkap Benardi.

Diterbitkan

on

Paokan Gula Rafinasi
Gula Rafinasi, (Sumber: Media Indonesia)

Suarapakar.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyepakati alokasi pasokan Gula Kristal Rafinasi (GKR) di dalam negeri sebesar 3,1 juta ton sepanjang tahun 2021.

Untuk itu Direktur Jendera Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan, pelaku industri makanan dan minuman tidak perlu khawatir akan kekurangan pasoka gula rafinasi tahun 2021.

“Sementara berdasarkan hasil Rakortas pada 26 Januari 2021 telah disepakati kebutuhan GKR untuk kebutuhan industri makanan dan minuman, serta farmasi pada semester II sebesar 1,3 juta akan segera diterbitkan dalam waktu dekat,” katanya melansir dari Antara, Sabtu (13/2/2021).

Rochim juga mengungkapkan, pada akhir Desember 2020 juga telah terbit persetujuan impornya sebesar 1,9 juta ton untuk kebutuhan semester I tahun 2021.

Baca juga: PPnBM Mobil Gratis, INDEF: Tidak Adakn Membantu Semua Masyarakat

AGRI Juga Jamin Pasokan Gula Rafinasi Aman

Senada dengan itu, Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan juga memastikan pasokan gula rafinasi untuk kebutuhan industri mencukupi.

Menurutnya, para importir yang tergabung dalam AGRI terus bergerak cepat merealisasikan pengadaan gula rafinasi untuk kebutuhan industri tersebut sejak izin impor itu terbit.

“Sejauh ini aman ya. Karena memang semenjak izin impor diberikan semua sudah produksi dan distribusi. Karena ini juga kita kejar buat kebutuhan Ramadan kan,” imbuhnya.

Selain itu, Benardi juga menjamin pasokan gula rafinasi hingga akhir tahun 2021 sudah aman. Jadi mereka bisa menghubungi AGRI, apabila pelaku industri makanan dan minuman yang mengaku kesulitan memperoleh pasokan bahan baku gula rafinasi. Dengan begitu, pihaknya akan membantu agar anggota AGRI dapat memenuhi kebutuhan industri tersebut.

“Untuk sekarang tidak (stok tidak kekurangan). Kita sedang gencar-gencarnya produksi sebagai antisipasi untuk mengakomodir kebutuhan makanan dan minuman jelang Ramadan dan Lebaran. Yang biasanya mengalami lonjakan permintaan,” pungkasnya.

Lebih lanjut Bernardi menjelaskan bahwa pada semester awal 2021 ini, industri gula rafinasi telah mendapatkan izin impor raw sugar sebesar 1,9 juta ton untuk diolah menjadi gula rafinasi. Menurutnya, ini cukup untuk mencukupi kebutuhan industri saat Ramadhan hingga Lebaran.

“Untuk Ramadan kita siapkan 1 jutaan ton (gula rafinasi). Itu sampai Mei 2021, sampai hari raya,” ungkap Benardi.

Berita Populer