Connect with us

Nasional

Pemerintah Impor Obat Covid-19 Mahal dari China hingga Mesir

“Jangan ada dipolitisasi nih, please. Saya titip, ini masalah kemanusiaan, kalau Anda punya hati, jangan dipolitisasi,”

Diterbitkan

on

Pemerintah Impor Obat Covid-19 Mahal (suara pakar)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, (Sumber: Setkab RI)

Suarapakar.com – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan impor sejumlah obat Covid-19 mahal, mulai dari China hingga Mesir.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut (Menkomarinves) Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, langkah itu perlu untuk pemenuhan obat dalam negeri. Saat ini, sejumlah obat impor itu telah diterbangkan dengan pesawat carter dari beberapa negara seperti China, India, Bangladesh, dan Mesir.

“Kemudian langkah pemenuhan obat-obatan, ini juga penting kita lakukan memang ada beberapa obat yang kami sekarang terbangkan dari berbagai negara,” kata Luhut dikutip dari kanal YouTube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Kamis (15/7/2021),

“Kita carter pesawat untuk membawa obat ini seperti misalnya Interleukin-6 Tocilizumab. Ini yang obat mahal sekali itu juga kita impor,” lanjutnya.

Luhut merinci, ada empat jenis obat yang sedang diimpor. Keempatnya, yakni Remdesivir, Favipiravir, Interleukin-6 Tozillizumab 39.000 vials, dan Intravenous immune globulin (IVIG).

“Ini juga semua saya kira oleh Menteri Kesehatan sudah diimpor dan sekarang sedang dalam perjalanan,” kata Luhut.

Keempat macam obat Covid-19 itu, dikatakan Luhut, diimpor karena diestimasikan akan terjadi defisit pada akhir Juli 2021. Jika tidak segera dilakukan pemasokan obat.

Dari catatan pemerintah, Favipiravir defisit 12,99 juta dari kebutuhan 19,86 juta. Lalu, Remdesivir juga diperkirakan defisit 1,62 juta dari kebutuhan 1,95 juta.

Sementara, Tocilizumab defisit 68.156 dari kebutuhan 70.956. Serta IVIG defisit 1,34 juta dari kebutuhan 1,41 juta.

Luhut mengungkapkan, obat tersebut diterbangkan untuk mengantisipasi kenaikan kasus harian covid-19 yang mencapai 100 ribu. Dengan begitu, imbuhnya, pemerintah sudah mengantisipasi skenario terburuk.

“Kalau bicara worst case (skenario terburuk) 60 ribu atau lebih kita sudah cukup oke. Kita tidak berharap sampai 100 ribu tapi sudah dirancang sampai ke sana,” ujar dia.

Baca juga: Ratusan Pasien Covid-19 Wafat saat Isoman, DPR Desak ‘Telemedicine’ Diperluas

Impor Obat Covid-19, Luhut: Jangan Dipolitisasi, Please

Sebelumnya, Luhut pernah berpesan agar masalah kemanusiaan ini tidak dipolitisasi. Dalam menangani pandemi Covid-19, dikatakannya, pemerintah mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

“Jangan ada dipolitisasi nih, please. Saya titip, ini masalah kemanusiaan, kalau Anda punya hati, jangan dipolitisasi,” kata Luhut.

“Makin Anda bawa macam-macam, itu bisa membawa nyawa orang pergi dan orang di sekeliling kita banyak yang sudah pergi gara-gara ini, yang kita kenal,” lanjutnya.

GRANPRIZE

Berita Populer