Connect with us

Kriminal

Pembunuh Guru SD di Medan Johor Diringkus, Terancam 20 Tahun Penjara

Polisi terpaksa memberikan tindakan terukur kepada tersangka lantaran mencoba melawan petugas saat diamankan.

Diterbitkan

on

Pembunuh Guru SD di Medan Johor Diringkus, Terancam 20 Tahun Penjara (suara pakar)
Pelaku pembunuhan guru SD di Johor. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Polisi berhasil meringkus pelaku pembunuh M Ilyas (32), guru SD yang ditemukan tewas di kamar kosnya Jalan Eka Warni, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, pada 3 September 2021 lalu.

Kapolsek Delitua AKP Zulkifli Harahap mengatakan, pihaknya menangkap tersangka Khamarul Fattah alias De’gam (33) di kawasan Jalan Brigjend Katamso, Gang Nasional, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun pada, Sabtu (9/10/2021) dini hari.

“Benar, sudah ditangkap,” katanya saat dikonfirmasi Suara Pakar, Sabtu (9/10/2021).

Zulkifli menuturkan, pihaknya juga terpaksa memberikan tindakan terukur kepada tersangka lantaran mencoba melawan petugas saat diamankan.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti dari tersangka berupa 1 potong celana pendek warna hitam yang digunakan tersangka saat melakukan pembunuhan dan 1 unit handphone Oppo warna biru milik korban yang dicuri tersangka.

“Tersangka berusaha melarikan diri, melawan dan mendorong petugas, dan tim memberikan tembakan peringatan tapi tidak diindahkan sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur. Tersangka sudah diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis,” ujarnya.

Baca juga: Culik dan Perkosa Gadis 15 Tahun, Pria di Bukittinggi Diamuk Massa

Tersangka Terancam 20 Tahun Penjara

Kata Zulkifli, tersangka bersama barang bukti sudah diboyong ke Mapolsek Delitua. Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 338 Kita Undang-Undang Hukum Pindana (KHUP) dengan hukuman kurungan penjara 20 tahun.

“Tersangka sudah dibawa ke Mako Polsek Delitua guna sidik lebih lanjut,” terangnya.

Seperti diberitakan disebelumnya, jasad Muhamad Ilyas ditemukan tewas di kamar kosnya oleh rekan kerja di SD Ilmi Murni. Rekan korban, Muhammad Ilyasa yang mencurigai korban tidak masuk kerja selama tiga hari selanjutnya mencoba mencari dan menemui korban di kamar kosnya.

Usai salat Jumat, Ilyasah yang tiba di kamar kos temannya itu kemudian mencium aroma bau busuk. Selanjutnya ia bersama pemilik kos dan kepala lingkungan mendobrak pintu untuk memastikan keadaan korban.

Saat ditemukan jasad korban sudah membengkak dengan keadaan terlungkup serta bersimbah darah yang keluar karena terdapat luka di bagian kepala. Selain itu, sepeda motor korban juga tidak ditemukan di dalam kamar kosnya. Kata Ilyasah, rekan kerjanya itu juga diketahui tidak memiliki riwayat penyakit.

“Sudah tiga hari gak masuk kerja. Sepeda motornya pun gak nampak. Dia juga diketahui tidak memiliki riwayat penyakit,” ungkap Ilyasah di lokasi kejadian.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer