Connect with us

Nasional

PDIP Sesalkan Sikap Mendag yang Sangat Berhasrat Impor Beras

‘Menteri sebagai pembantu presiden, di dalam mengambil keputusan politik harus senafas dengan kebijakan politik pangan presiden dan berupaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta berpihak pada kepentingan petani,” ungkap Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto

Diterbitkan

on

mendag impor beras (suara pakar)
Warga membersihkan gabah dari jerami saat mencari gabah sisa panen di persawahan, (Sumber: BBC)

Suarapakar.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat menyesalkan sikap Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang terlihat sangat berhasrat ingin impor beras dan garam.

Hasto juga menyebut bahwa sikap Mendag terkait impor beras itu juga sama saja mengabaikan koordinasi dengan jajaran kementerian terkait lainnya, termasuk para kepala daerah yang menjadi sentra produksi pangan.

“Menteri sebagai pembantu presiden, di dalam mengambil keputusan politik harus senafas dengan kebijakan politik pangan presiden dan berupaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta berpihak pada kepentingan petani,” ungkapnya kepada media, Jakarta, Sabtu (20/3/2021).

Oleh karena itu, Hasto menegaskan, sikap kukuh yang ditunjukkan Mendag tersebut sangat patut untuk disesalkan. Menurut Hasto, Mendag harusnya belajar dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selalu membangun dialog, menyerap aspirasi, mengemukakan data-data yang obyektif, setelah baru mengambil keputusan.

“Menteri tidak hidup di menara gading sebab ia adalah pengemban tugas sebagai pembantu presiden,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Baca juga: Pemerintah Putuskan Impor 3 Juta Ton Garam Tahun 2021

Soal Impor Beras, Mendag Harus Berkoordinasi dengan Sejumlah Pihak

Atas dasar hal itu, Hasto mengatakan, PDIP pun meminta kepada Mendag untuk secepatnya melakukan koordinasi dengan pihak terkait impor beras tersebut. Baik itu Kementerian Pertanian, Badan Urusan Logistik (Bulog), asosiasi petani, para pakar di bidang pertanian dan para kepala daerah.

“Sebab persoalan pangan adalah persoalan mati hidupnya negeri,” katanya.

Terkait pangan, Hasto menambahkan, sikap PDIP sangat jelas, yakni jangan mengorbankan petani dengan melakukan kepentingan impor sesaat yang di dalamnya sarat dengan kepentingan pemburu rente.

“Sejak Maret tahun 2020 PDI Perjuangan telah memelopori gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan. Seluruh kepala daerah Partai bergerak. Langkah ini yang seharusnya dipilih para pembantu Presiden,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Mendag Muhammad Lutfi berencana akan mengimpor beras 1 juta ton pada tahun 2021, karena menurutnya stok beras di Bulog tidak mencapai target yang seharusnya. Dimana setengahnya digunakan untuk meningkatkan cadangan beras pemerintah (CBP) dan separuh lagi untuk memenuhi kebutuhan Bulog.

Kontributor: Deni Muhtarudin

Berita Populer