Connect with us

Nasional

Pasca Bocah Tewas Digigit Anjing, Pemko Medan Usulkan Vaksinasi Rabies

“Kita tidak berharap hal serupa terjadi kembali, kalaupun terjadi masyarakat dapat segera merujuk ke lima Puskesmas center tersebut ataupun langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat,”

Diterbitkan

on

Pemko Medan Usulkan Vaksinasi Rabies (suara pakar)
Walikota Medan Bobby Nasution. (Foto: Mhd Ilham Pradilla/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Pasca tewasnya seorang bocah 10 tahun akibat digigit anjing, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution usulkan 1.000 vial vaksin rabies melalui Dinas Kesehatan Kota Medan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Syamsul Arifin Nasution saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengusulkan 1.000 vial vaksin rabies untuk wilayah Kota Medan. Pasalnya, 1000 vaksin rabies tersebut diusulkan guna mengantisipasi tindakan serupa terjadi lagi di Kota Medan.

“Sudah kita usulkan 1.000 vial. Semoga segera terealisasi,” ungkap dr Syamsul Arifin, Kamis (24/6/2021).

Untuk kelangsungan vaksinasi rabies, Dinas Kesehatan Pemko Medan akan berkoordinasi dengan Dinas kesehatan Provinsi Sumatera Utara. Guna meminta bantuan penyediaan vaksin rabies tersebut sembari menunggu datangnya vaksin yang telah diusulkan.

“Jadi untuk menambah persediaan kita meminta bantuan dari Pemprovsu, dan vaksin tersebut sudah kita terima namun jumlahnya juga terbatas hanya lima vial saja,” ujarnya.

Syamsul pun menyebutkan bahwa vaksin rabies tersebut sangat sulit diperoleh karena sangat jarang di gunakan masyarakat. Maka dari itu perlunya kerjasama dengan Pemprov Sumut .

“Jarang ini digunakan makanya agak sulit,” ucapnya.

Baca juga: Bobby Nasution: 84 Persen Tenaga Pengajar di Kota Medan Telah Divaksinasi

Ketersedian Vaksin Rabies di Medan Sangat Terbatas

Syamsul mengakui bahwa saat ini ketersediaan vaksin rabies di Dinas kesehatan kota Medan sangat terbatas, yakni hanya ada 3 vial. Karena sulitnya memperoleh vaksin tersebut, Pemko Medan terus berupaya menambah stok ketersediaan vaksin rabies itu.

“Kita hanya punya tiga vial saat ini yang ada di Puskesmas Helvetia, makanya kita langsung minta bantuan ke Dinas Kesehatan Provinsi setelah itu akan kita distribusikan ke lima Puskesmas center di Kota Medan,” jelas Syamsul.

Nantinya, akan ada beberapa Puskesmas yang dijadikan prioritas untuk tempat vaksinasi rabies, yakni puskesmas center. Adapun Puskesmas center yang dimaksud ialah Puskesmas Medan Johor, Puskesmas Medan Tuntungan, Puskesmas Medan Sunggal, Puskesmas Medan Helvetia dan Puskesmas Bestari.

“Kita tidak berharap hal serupa terjadi kembali, kalaupun terjadi masyarakat dapat segera merujuk ke lima Puskesmas center tersebut ataupun langsung dibawa ke Rumah Sakit terdekat,” ujarnya.

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer