Connect with us

Peristiwa

Oknum Polisi Lepaskan Letusan Tembakan, Ini Kata Manajemen De Tonga

“Brigadir MT menembak ke udara sebanyak dua kali sambil berkata ini mobil ku,”

Diterbitkan

on

polisi lepaskan letusan tembakan (suara pakar)
Manajemen De Tonga Rooftop Bar saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Foto : Alfiansyah).

Suarapakar.com – Brigadir MT, oknum polisi yang letuskan tembakan di tempat hiburan malam De Tonga Rooftop Bar Jalan Sei Belutu, Kota Medan beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan dari manajemen De Tonga Rooftop Bar.

Pihak De Tonga Rooftop Bar membantah letusan senjata api yang ditembakkan oleh oknum polisi Polres Binjai lantaran masalah tagihan pembayaran.

Kuasa hukum De Tonga Rooftop Bar, Ahmad Iqbal menceritakan kronologis kejadian sebelum penembakan yang dilakukan oleh Brigadir MT di De Tonga Rooftop Bar Jalan Sei Belutu, Kota Medan.

“Saat itu tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut melakukan razia, aktivitas De Tonga sudah dihentikan,” ungkapnya kepada wartawan, Rabu (3/3/2021).

Ia menyebutkan, saat petugas Gugus Tugas Covid 19 datang dan melihat masih ramainya tamu, petugas pun meminta agar para pengunjung untuk segera pulang.

Saat itu pelaku Brigadir MT dan rekannya Briptu Firnando Ginting hendak membayar tagihan. Namun pada saat itu uang mereka kurang.

Brigadir MT turun untuk mengambil sejumlah uang di mesin ATM bersama dengan seorang kasir sedangkan rekannya Briptu FG tinggal di kasir.

“Beberapa menit kemudian terdengar suara tembakan. Menurut salah satu karyawan yang berada di dekat mobil Brigadir MT menyatakan bahwa Brigadir MT menembak ke udara sebanyak dua kali sambil berkata ini mobil ku,” ujarnya.

Baca juga: Aksi Koboi Oknum Polisi Letuskan Tembakan Diamankan Propam Polres Binjai

Penembakan Oleh Brigadir MT Bukan Karena Tagihan Pembayaran

Lebih lanjut, Ahmad menegaskan bahwa kejadian penembakan tersebut bukan karenakan penagihan pembayaran tagihan makan dan minum.

Penembakan yang dilakukan Bripka MT saat hendak akan menuju kendaraannya yang terparkir di seberang De Tonga Hotel.

“Penembakan tidak benar karena pembayaran tagihan makan. Tidak ada permasalahan dengan jumlah tagihan yang dibayarkan,” ucap Ahmad.

Setelah mendengar suara tembakan, tim Satgas Covid-19 juga mendatangi Bripka MT dan tak lama dirinya langsung pergi menggunakan kendaraannya.

Reporter : Alfiansyah

Berita Populer