Connect with us

Al Islam

Nomor 2: Perang Khandaq (Parit), Ramadhan Tahun 5 Hijriyah

Setelah kita mengetahui peperangan yang pertama dari 3 Peperangan di Bulan Ramadhan Pada Masa Rasulullah, yaitu Perang Badar (17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriyah). Maka berikut ini yang kedua adalah Perang Khandak.

Diterbitkan

on

Perang Khandaq (Parit) (suara pakar)
Ilustrasi Perang Khandaq yang terjadi sejak akhir bulan Ramadhan hingga bulan Syawal tahun ke-5 Hijriyah. (Foto: Suara Pakar).

Suarapakar.com – Lanjutan dari 3 peperangan di bulan Ramadhan pada masa Rasulullah: Setelah kita ketahui kisah kemenangan Perang Badar, 313 muslimin melawan 1.000 kafiriin, maka yang kedua adalah perang khandaq (parit).

2. Perang Khandaq

Khandaq artinya parit. Disebut Perang Khandaq atau Perang Parit, karena kaum Muslimin membuat parit-parit pada pintu masuk Madinah.

Ketika mendengar kabar akan terjadinya serangan dilakukan orang-orang kafir Quraisy makkah kepada umat Islam di Madinah. Maka dalam suasana berpuasa di akhir bulan Ramadhan tahun ke-5 Hijriyah, Rasulullah meminta pendapat para sahabatnya tentang strategi dalam menghadapi perang ini.

Seorang sahabat, Salman Al Farisy mengusulkan agar kaum Muslimin menggali khandaq (parit) di sebelah utara Madinah yang merupakan satu satunya jalan terbuka yang bisa di lewati musuh apabila ingin memasuki kota Madinah.

Ide brilian Salman Radhiyallahu ‘anhu ini disetujui oleh Rasulullah dan para sahabat lainnya. Setelah mencapai kata mufakat, akhirnya penggalian khandaq (parit) pun dimulai (lebih kurang selama 6 hari).

Baca juga: 3 Peperangan di Bulan Ramadhan Pada Masa Rasulullah

Perang Khandaq Terkenal Juga Dengan Perang Al Ahzab

Pertempuran Khandaq (غزوة الخندق) terkenal sebagai Pertempuran Al Ahzab, Pertempuran Konfederasi, dan Pengepungan Madinah yang terjadi pada bulan Syawal tahun ke-5 Hijriah atau tahun 627 Masehi, berlangsung selama 27 hari, mulai 31 Maret sampai 26 April 627 M.

Jumlah umat Islam berkisar 3000 orang dan pihak musuh tidak kurang dari 7.000 orang dari persekutuan pasukan, yang terdiri dari 4.000 prajurit, 300 penunggang kuda, dan 1.000-1.500 orang pada unta.

Disebut Perang Al Ahzab (beberapa kelompok), karena pasukan orang-orang kafir bersekutu dari beberapa kelompok. Yaitu kaum musyrik Quraisy, dan Yahudi Bani Nadir qabilah Gathafan beserta qabilah-qabilah yang ikut bergabung bersama mereka.

Komando tertinggi dipegang oleh Abu sufyan yang juga merupakan orang yang mempelopori pasukan gabungan antara kaum kafir Quraisy makkah dan yahudi bani Nadir (al-ahzaab) tersebut.

Penyebab Terjadinya Perang Khandaq

Penyebab terjadinya Perang Khandaq ini, dipicu karena dendam lama orang-orang Yahudi yang di usir oleh Rasulullah dari Madinah dalam perang Bani Nadhir.

Mereka diusir karena mereka mengkhianati perjanjian yang dibuat dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Sejumlah tokoh Yahudi Bani Nadhir dan Bani Wa’il, seperti: Sallam bin abil Huqaiq, Hayyi bin Akhtab, Kinanah bin abil Huqaiq, Hauzah bin Qais al Wa’iliy dan Abu Ammar al Wa’iliy, berangkat ke Makkah untuk mengajak kaum musyrikin Quraisy memerangi Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam.

Mereka melakukan provokasi, untuk meyakinkan kaum Quraisy dengan mengatakan, “Agama kalian itu lebih baik dari pada agama Muhammad.”

Dan akhirnya mereka bersepakat, “Kami akan bersama kalian berperang sampai berhasil menghancurkan kaum Muslimin.”

Mengenai orang-orang kafir yang bersekutu menyerang umat Islam di Madinah inilah, kemudian Allah Azza wa Jalla turunkan Firman-Nya,

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَٰؤُلَاءِ أَهْدَىٰ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut (nama dua berhala Quraisy),

dan mengatakan kepada orang-orang Kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman.” (Surat ke-4 An Nisaa, ayat 51).

Itulah kisah tentang perang khandaq yang dikutip dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat dan dapat mengambil pelajaran dari kisah sejarah Islam.

Fa’tabiruu, Wallahu a’lam,

Berita Populer