Connect with us

Kriminal

Motif Guru SD Dibunuh, Karena Ketahuan Sodomi Pelaku

Tersangka terkejut melihat korban sudah menurunkan celana dan pakaian dalam serta menindih badannya.

Diterbitkan

on

Pembunuh Guru SD di Medan Johor Diringkus, Terancam 20 Tahun Penjara (suara pakar)
Pelaku pembunuhan guru SD di Johor, De'gam (kiri) dan kondisi korban tewas membusuk (kanan). (Sumber: Polsek Deli Tua/Ilham)

Suarapakar.com – Polisi ungkap motif pembunuhan Muhammad Ilyas (33) guru SD Plus Darul Ilmi Murni oleh pelaku Muhammad Fattah alias De’gam yang sudah ditangkap.

Kapolsek Delitua AKP Zulkfli Harahap mengatakan, pembunuhan tersebut berawal saat korban baru menempati kamar kos, tempat guru SD itu ditemukan tewas di Jalan Eka Warni Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, pada 31 Agustus 2021 lalu.

Tersangka membantu korban yang merupakan warga Kabupaten Batubara, Sumatera Utara (Sumut) itu untuk merapikan kamar kosnya. Kemudian keduanya pergi ke kosan teman mereka yang tak jauh dari lokasi untuk bermain gitar.

“Kemudian pada pukul 24.00 WIB, tersangka dan korban kembali ke kosan korban. Sesampainya di sana tersangka lalu mencuci muka dan langsung tidur dengan posisi terlungkup,” ungkapnya mengawali kronologi.

Zulkfli menjelaskan berdasarkan hasil introgasi, tersangka selanjutnya terbangun sekira pukul 04.00 WIB subuh dan terkejut melihat korban sudah menurunkan celana dan pakaian dalam serta menindih tersangka. Dihadapan penyidik, tersangka mengaku hendak disodomi oleh korban.

“Karena tersangka tidak terima diperlakukan seperti itu, tersangka mengambil martil (palu) yang terletak di lantai dan langsung memukul kepala korban,” jelasnya.

Baca juga: Pembunuh Guru SD di Medan Johor Diringkus, Terancam 20 Tahun Penjara

Pelaku Buang Martil untuk Membunuh Korban

Katanya, kemarahan pelaku yang tak terima hendak disodomi korban, kembali menganiaya korban yang sudah terkapar bersimbah darah. De’gam kembali memukul kepala korban.

“Tersangka kembali memukul kepala korban yang sudah terjatuh dan mencabut martil dari kepala korban dan membuang martil yang dibalut tersangka dengan baju ke Jembatan Jalan Eka Sama Kanal,” tuturnya.

Usai melakukan pembunuhan itu, tersangka kemudian kabur lewat jendela serta membawa kabur sepeda motor korban yang terparkir di belakang kamar kos dan meninggalkan korban tewas. Selain itu, tersangka juga membawa kabur handphone milik korban.

Hingga akhirnya, korban ditemukan membusuk di kamar kosnya pada 3 September 2021. Rekan korban yang curiga korban tidak masuk mengajar, bermaksud mengunjunginya. Kunjungan tersebut pun mengejutkan, kondisi korban tewas mengenaskan membusuk diatas tempat tidur.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer