Connect with us

Nasional

Moeldoko Ingatkan Lalat Politik, Rachland: Istana Banyak Sampah

Diterbitkan

on

Suarapakar.com - Moeldoko minta pihak oposisi tidak jadi lalat politik
Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko minta pihak oposisi tidak jadi lalat politik di masa pandemi

Suarapakar.com – Peringatan Kepala Staf Kepresiden (KSP) Moeldoko agar pihak-pihak yang berseberangan dengan Pemerintahan Jokowi tidak menjadi ‘lalat politik’ dalam penanganan Covid-19 menuai pro kontra dari berbagai pihak.

Salah satu yang mengkomentari narasi Moeldoko adalah politisi Rachland Nashidik. Melalui akun twitter pribadinya @RachlandNashidik, eks pengurus Partai Demokrat itu menganalogikan lalat sebagai mahluk yang identik dengan sampah.

Oleh karena itu, Rachland menilai jika Pemerintah banyak diganggu ‘lalat’ itu artinya di Istana Negara sendiri banyak sampah.

“Jenderal, lalat hanya mengerubuti sampah berbau busuk atau anyir. Jika Anda lihat istana diganggu lalat, itu artinya di istana sudah terlalu banyak sampah,” cuit Rachland, Sabtu (10/7/2021).

Cuitan Rachland itupun kemudian menarik perhatian para netizen. Sejumlah netter memberikan komentar pedas atas ucapan Moeldoko yang menyamakan oposisi Pemerintah sebagai lalat politik.

“Sampah itu bau…jenderal, jd jika lalat itu ngerubutin istana, artinya istana wakanda di isi orang “kotor” dan harus di bersihkan pake disinfektan biar pada mati virusnya.” balas akun @busetdah78

“Istana harus disemprot dengan insektisida karena banyak sampah dan lalat yg otaknya sunsang,” timpal akun @Sjaechu.

Baca Juga: Buntut KLB Partai Demokrat, Jokowi Didesak Copot Moeldoko

Moeldoko: Pemerintah Bukan Anti Kritik, Jangan Menjadi Lalat Politik

Adapun sebelumnya, Moeldoko menyinggung soal ‘lalat politik’ dalam video melalui channel Kantor Staf Presiden di kanal Youtube dengan judul ‘Jangan Jadi Lalat Politik di Masa Pandemi’.

Dalam video tersebut, mantan Panglima TNI itu meminta pihak-pihak yang berseberangan dengan Pemerintah untuk tidak mengganggu fokus Pemerintah dalam penangan kasus Covid-19 yang kian merajalela.

Ia menegaskan Pemerintah bukan anti kritik, namun di masa seperti saat ini Pemerintah lebih memfokuskan diri untuk menyelamatkan rakyat dari pandemi.

“Pemerintah bukan anti kritik, namun untuk saat ini marilah kita semuanya berkolaborasi membangun soliditas. Kita semua bersatu padu untuk berpikir menyelamatkan masyarakat,” ujar Moeldoko.

“Jangan berpikir yang lain. Mari kita bergerak untuk pemulihan bersama. Saya mengingatkan semua pihak, jangan menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu konsentrasi,” tutupnya.

GRANPRIZE

Berita Populer