Connect with us

Peristiwa

Meninggal Sakit Stroke, Pasien Diminta Tandatangani Surat Covid-19

“Dengan kondisi ini, kami sangat mengharapkan uluran tangan para tokoh masyarakat dan kaum intlektual di Medan Sumatera Utara kiranya dapat membantu keluhan kami,”

Diterbitkan

on

Emmy Diana boru Harahap disemayamkan dirumah duka setelah meninggal akibat penyakit stroke yang dideritanya. (Sumber: Keluarga Emmy/Jafar Wijaya)

Suarapakar.com – Seorang pasien yang menderita penyakit stroke dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik dengan surat pernyataan Covid-19 dari RSU Mitra Sejati.

Informasi yang diperoleh, pasien yang diketahui bernama Emmy Diana boru Harahap (58) warga Lingkungan V Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang beberapa hari lalu ke RSU Mitra Sejati.

Peristiwa itu terjadi, pada saat di RS Mitra Sejati pasien langsung diminta menandatangani surat pernyataan Covid-19 untuk di rujuk ke RSUP HAM.

“Istri saya Emmy Diana tidak tertular virus corona, tapi kenapa tidak berkenan pihak rumah sakit menerima untuk rawat inap. Malah istri saya dianjurkan oleh pihak rumah sakit agar mau dirawat dengan kasus penyakit Covid,” kata suami Emmy, Maraden, Senin (23/8/2021).

Padahal, kata Maraden istrinya mengalami sakit stroke. Maraden merasa bahwa pihak rumah sakit bukan justru membantu, malah mempersulit mereka dengan kondisi istrinya sangat membutuhkan pertolongan.

“Jelas tidak terima istri saya dinyatakan Covid-19, sebab dia bukan penyakit itu melainkan menderita penyakit stroke,” ucapnya.

Maraden mengungkapkan bahwa sekitar pukul 04.00 WIB tadi istrinya meninggal dunia.

“Terhitung empat hari belakangan ini kondisi istri saya semakin memburuk. Dan subuh tadi dia (istri) menghembuskan nafas terakhir,” tandasnya.

Kondisi Emmy Diana boru Harahap saat pulang dari rawat inap di rumah sakit. Sumber: Keluarga)

Baca juga: Akibat Teror Pinjol, Gadis Honorer Ini Nekat Bunuh Diri, Polisi Selidiki Kasusnya

Pasien Dilarang Keluar RS Bila Tak Mau Tandatangani Pernyataan Covid-19

Maraden mengungkapkan, bila istrinya akan dibawa pulang maka otomatis pasien atas nama Emmy Diana tidak lagi dapat dirawat di Rumah sakit manapun di Medan.

“Pihak rumah sakit bilang tidak bisa dibawa ke rumah sakit manapun,” ujarnya.

Maraden mengatakan bahwa di rumah istrinya dalam kondisi memprihatinkan tanpa ada asupan obat. Karena keluarga kurang mampu.

“Dengan kondisi ini, kami sangat mengharapkan uluran tangan para tokoh masyarakat dan kaum intlektual di Medan Sumatera Utara kiranya dapat membantu keluhan kami,” ujarnya.

Reporter: Jafar Wijaya

KELASTRADING

Berita Populer