Connect with us

Edukasi Trading

Mengenal Moving Average, Indikator Sederhana dengan Banyak Fungsi

Penguasaan terhadap metode Moving Average selayaknya menjadi bekal dasar sebelum berkecimpung di dunia trading.

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Mengenal Moving Average, Indikator Sederhana dengan Banyak Fungsi
Moving Average, (Sumber: Scanz)

Suarapakar.com – Bermain trading adalah salah satu upaya untuk mengejar cuan atau keuntungan tanpa menguras terlalu banyak energi dan waktu.

Hal yang dibutuhkan adalah kemampuan membaca kondisi pasar, menganalisis tren saham, dan tentunya modal. Penerapannya di lapangan bisa jadi lebih sulit dari yang dibayangkan, tetapi bukan berarti tidak bisa ditaklukkan.

Moving Average hadir untuk membantu menganalisis pergerakan harga aset. Indikator saham ini kerap digunakan pemula hingga tingkat mahir di dunia trading. Karakteristiknya diibaratkan sebagai filter bagi fluktuasi harga jangka pendek yang bermunculan secara acak.

Mendeteksi arah tren hanyalah satu dari beberapa kegunaan metode Moving Average. Praktiknya cukup sederhana, dengan skema penghitungan level mudah hingga rumit sekalipun.

Pengertian Moving Average

Moving Average adalah indikator yang menghitung harga rata-rata suatu aset dalam periode waktu tertentu, kemudian menghubungkannya dalam bentuk garis. Nilai rata-rata bisa berasal dari harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), terendah (low), ataupun pertengahan (median).

Moving Average adalah bagian dari indikator lagging. Artinya, metode ini berlandaskan peristiwa sebelumnya dan menerangkan informasi mengenai data riwayat pasar. Kegunaannya bukan sebagai alat prediksi, melainkan memberi konfirmasi.

Sementara itu, pilihan kerangka waktu bisa disesuaikan dengan kebutuhan trader. Misalnya, periode 5 (1 minggu), 20 (1 bulan), 60 (3 bulan), ataupun 120 (6 bulan). Makin panjang periode yang dipakai, makin lambat pula pergerakan garis (lagging) dibandingkan harga.

Suarapakar - Kelas trading 1 bulan Fakar Suhartami Pratama

Baca juga: Mengenal RSI, Indikator Trading Saham yang Banyak Diminati

Moving Average Terbagi 3

Adapun Moving Average terbagi menjadi tiga, yakni:

Simple Moving Average (SMA)

SMA dihitung dengan rumus Moving Average dasar, yaitu nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu. SMA merupakan jenis Moving Average paling sederhana dan paling banyak dimanfaatkan oleh trader, khususnya SMA-200 Day.

SMA-200 Day digunakan sebagai acuan tren jangka panjang (primary trend), karena Bounce dan Breakout dari SMA-200 Day dianggap sangat signifikan untuk mengetahui tren harga dan menentukan support atau resistance jangka panjang.

Rumus SMA:

 

Exponential Moving Average (EMA)

Sama seperti SMA, EMA dihitung berdasarkan nilai rata-rata pergerakan harga dalam periode tertentu, tetapi ditambahkan pembobotan (Multiplier) lebih tinggi bagi harga yang lebih baru. Dengan begitu, EMA bisa menghasilkan pembacaan yang ‘lebih halus’ dibandingkan SMA.

Indikator EMA lebih populer dibanding SMA, terutama bagi para trader harian yang lebih banyak mengandalkan sinyal trading cepat nan akurat. EMA jamak diterapkan bersama indikator lain untuk mengonfirmasi pergerakan pasar secara signifikan serta mengukur validitasnya.

Rumus EMA: .

Weighted Moving Average (WMA)

Selain SMA dan EMA, ada juga WMA. Perhitungan WMA diambil berdasarkan pembagian dari jumlah keseluruhan periode.

Misalnya WMA dengan periode 3 hari, itu artinya menghitung jumlah seluruh data dibagi jumlah periode.

Dibandingkan dengan SMA, WMA lebih sensitif sehingga lebih cepat dalam menghasilkan sinyal. Namun perlu diperhatikan bahwa WMA memiliki lebih banyak Noise.

Pada dasarnya, Weight Moving Average (WMA) agak mirip dengan SMA. Harga penutupan yang terdahulu dibuang, tetapi kemudian ditambahkan harga terbaru.

Perbedaannya terletak pada bobot data terbaru, yang diperoleh dari mengalikan faktor.

Kesimpulannya, penguasaan terhadap metode Moving Average selayaknya menjadi bekal dasar sebelum berkecimpung di dunia trading. Mulailah dengan penghitungan sederhana, lalu berlanjut ke penghitungan yang lebih rumit.

Rumus WMA:

Fungsi Moving Average

Metode Moving Average memiliki sejumlah fungsi, antara lain:

1. Mengidentifikasi Tren Nilai Saham

Grafik harga beserta garis Moving Average dapat membantu trader mengenali tren nilai saham yang sedang berlaku. Jika harga saat ini menempati area di bawah garis Moving Average, berarti harga cenderung turun atau bearish. Sebaliknya, harga yang berada di atas Moving Average menandakan tren bullish atau cenderung naik.

2. Mengetahui Kapan Pembalikan Tren Terjadi

Kapan tren bearish berbalik arah menjadi bullish? Garis Moving Average dapat menjawabnya. Polanya bisa dilihat dari perpotongan MA20 dan MA50.

3. Menentukan Posisi Support dan Resistence

Support dan Resistence adalah titik ketika harga dipantulkan kembali dan meneruskan tren, baik bearish maupun bullish. Peran Moving Average yakni menentukan letak kedua titik tersebut. Caranya ialah dengan menggabungkan dua macam Moving Average, umumnya MA20 dan MA50.

KELASTRADING

Berita Populer