Connect with us

Edukasi Trading

Mengenal Jenis-Jenis Chart Trading Demi Meraih Keuntungan

Diterbitkan

on

Jenis-Jenis Chart Trading (suara pakar)
Chart Trading, (Sumber: JavaFX News)

Suarapakar.com – Berbicara tentang analisa teknikal tentunya tidak lepas dari grafik (chart) yang digunakan untuk melihat pergerakan harga di market.

Menurut buku Akademi Trading milik Fakar Suhartami Pratama, ada empat bagian besar pada classic technical analysis. Diantaranya, chart, chart pattern, candlestick serta support dan resistance .

Sedangkan alat untuk mengukur harga untuk mengetahui seberapa panjang kita open posisi untuk meraih keuntungan, ada dua alat yang dapat digunakan, diantaranya, Trendline dan Fibonacci.

Adapun yang pertama kita bahas secara mendetail adalah chart. Dimana kita dapat melihat pergerakan nilai harganya sesuai dengan periode waktu yang kita hendaki.

Penggunaan chart dinilai sangat penting untuk memantau pergerakan harga dari berbagai aset di pasar finansial. Dari chart/grafik ini jadi mempermudah trader untuk membaca dan mengetahui pola–pola pergerakan harga yang terjadi sebelumnya. Lalu membuat analisa mengenai pergerakan harga yang akan terjadi di masa depan.

Kelas Trading by Fakar Suhartami Pratama

Chart sebenarnya juga merupakan salah satu indikator trading. Dimana chart ini merekam jejak harga saat ini dan harga waktu lampau, dan divisualisasikan kedalam bentuk chart (grafik).

Dalam hal ini, para analis teknikal biasanya akan menggunakan periode waktu yang akan disesuaikan dengan target nilai harga serta rencana transaksi atau trading plan masing-masing analis. Periode waktu yang dapat kita lihat yaitu dalam periode waktu per-menit, harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan.

Baca juga: 7 Kesalahan Investasi yang Harus Dihindari Investor Pemula

Ada 4 Tipe Chart

Chart atau grafik riwayat yang dapat digunakan trader dalam analisa teknikal sejatinya ada empat jenis, antara lain:

1. Mountain Chart

Mountain Chart, (Sumber: Capital.com)

Chart atau grafik ini terdiri dari garis-garis yang membentuk seperti gunung. Gunung yang terbentuk dari chart ini hasil dari penutupa harga pada suatu periode.

2. Line Chart

Line Chart, (Sumber: CanvasJS.com)

Merupakan grafik riwayat data nilai harga yang hanya terbentuk dari nilai harga penutupan dalam periode waktu tertentu pada sebuah pergerakannya di bursa saham atau market. Penutupan harga dari satu periode ke periode lain.

Pada line chart tidak ditemukan data-data nilai harga pembukaan, nilai harga tertinggi, dan nilai harga terendah, dari suatu gerakan harga.

Oleh karena itu, cara membaca line chart pun cukup sederhana. Jika line chart menanjak, berarti sedang terjadi tren bullish.

Line chart yang menurun, berarti sedang terjadi tren bearish. Dan jika posisi line chart mendatar, berarti sedang terjadi sideways.

3. Bar Chart

Bar Chart, (Sumber: Ajaib.com)

Bar chart merupakan grafik yang digambarkan dengan bar atau batang vertikal.

Bar Chart juga sering disebut sebagai grafik OHLC, karena mampu memberikan informasi lengkap, mulai dari harga pembukaan (opening price), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (closing price).

Dalam bentukannya, ujung atas dari chart ini merupakan harga tertinggi yang pernah ditradingkan dalam kurun waktu tertentu, dan ujung bawahnya adalah harga terendahnya. Garis vertikalnya merupakan rentang harga dalam periode waktu tertentu, dan garis horizontal kecil sebelah kiri adalah harga open dan kanan harga closenya.

Baca Juga: Mau Trading Cuan, Pahami 3 Prinsip Dasar Analisis Teknikal

Secara simpelnya, bar chart itu tidak memiliki banyak teori yang rumit dalam penggunaannya. Trader biasanya hanya melihat posisi tertinggi dan terendah pada market untuk mendapatkan keuntungan.

Apabila harga penutupan dalam interval waktu tertentu itu lebih rendah daripada harga pembukaan, maka batang akan berwarna merah (bearish). Sebaliknya, jika harga penutupan dalam suatu interval waktu itu lebih tinggi daripada harga pembukaan, maka batang akan berwarna hijau (bullish).

Bar chart sendiri cukup popular digunakan dikalangan trader Amerika. Dibandingkan dengan trader–trader Asia yang lebih memilih Candlestick Chart dalam menganalisa market.

3. Candlestick Chart

Candlestick Chart, (Sumber: Stack Overflow)

Candlestick chart adalah grafik yang dibangun dengan candle-candle sebagai penyaji datanya. Candlestick atau lilin merupakan salah satu bentuk representasi dari pergerakan kurs pada periode tertentu.

Data dan informasi yang diberikan oleh chart sama lengkapnya seperti yang diberikan oleh bar chart. Namun memang tampilannya sangat berbeda sekali.

Candlestick chart berbentuk seperti lilin ini memberikan informasi OHLC, dengan bentuk sumbu yang terdiri dari High & Low, dan batang lilin yang mewakili selisih harga Open & Close. Secara terperinci, dapat diuraikan:

  • Sumbu di atas batang lilin menunjukkan harga tertinggi (high) dan sering disebut sebagai upper shadow.
  • Sumbu di bawah batang lilin menunjukkan harga terendah (low) dan dijuluki lower shadow.
  • Bagian batang lilin (body) terbentuk dari harga pembukaan (opening price) dan harga penutupan (closing price).

Jika harga penutupan dalam lebih rendah daripada harga pembukaan, maka lilin akan berwarna merah (bearish). Sedangkan jika harga penutupan lebih tinggi daripada harga pembukaan, maka batang akan berwarna hijau (bullish).

Berita Populer