Connect with us

Edukasi Trading

Mengenal Bid dan Offer: Pengertian dan Fungsinya dalam Trading

Diterbitkan

on

Mengenal Bid dan Offer (suara pakar)
Foto Ilustrasi Bid dan Offer. (Sumber: Bareksa)

Suarapakar.com – Bid dan offer tentunya menjadi istilah yang kerap muncul saat seseorang mempelajari trading saham. Karena itu, sangat penting untuk memahami keduanya sebelum terlibat dalam jual-beli saham, khususnya jika Anda termasuk orang yang masih benar-benar baru dalam dunia trading.

Nah, berikut ini penjelasan tentang pengertian serta fungsi bid dan offer sebagaimana dikutip dari akseleran, Kamis (25/11/2021)

Pengertian Bid dan Fungsinya

Ada beberapa definisi yang sering dipakai untuk menjaarkan istilah bid. Namun pada dasarnya, bid dapat diartikan secara sederhana sebagai antrian beli, penawaran beli, ataupun minat beli.

Sebagai contoh, jika Anda hendak membeli saham tertentu dengan cara mengantre, misalnya, harga saham tersebut akan muncul di posisi bid.

Bid pun dapat dijabarkan sebagai harga yang telah diajukan calon pembeli saat mengincar saham tertentu. Dalam hal ini, calon pembeli akan membuka harga untuk saham yang diincarnya. Harga yang diajukan bisa lebih rendah atau tinggi dari harga saham yang tercantum di papan bursa kala itu.

Contohnya, Anda ingin membeli saham A, yang ketika itu per lembarnya berada di level harga Rp1.000. Nah, Anda bisa mengajukan harga yang lebih tinggi dari penawaran tersebut, seperti misalnya Rp1.010. Anda juga bisa mengajukan harga yang sepadan atau bahkan lebih rendah dari harga saham yang ditawarkan. Tentu, orang umumnya akan lebih tertarik untuk membeli harga yang lebih rendah.

Calon pembeli pun hanya bisa memenangkan bid apabila penjual membuka di harga yang sama, seperti yang diajukan sebelumnya. Namun, bila ternyata tidak ada yang membuka di harga yang diajukan, calon pembeli masih harus mengantre untuk memperoleh saham tersebut.

Suarapakar - Kelas trading 1 bulan Fakar Suhartami Pratama

Pun, dalam kebanyakan kasus, calon pembeli bisa saja tidak mendapatkan saham yang diincarnya karena mengajukan harga yang terlalu rendah. Biasanya, hal itu terjadi ketika saham tersebut harganya sedang tinggi sehingga penjual tidak mau menerima bid dengan harga yang rendah.

Baca juga: Mengenal Moving Average, Indikator Sederhana dengan Banyak Fungsi

Pengertian Offer dan Fungsinya

Dengan memahami bid dan offer, itu tentunya akan lebih memudahkan Anda untuk mendalami dunia trading. Nah, jika sebelumnya kita membahas soal bid, mari mengulas lebih jauh tentang offer. Dalam trading, offer juga kerap disebut dengan istilah ask.

Sebagai kebalikan dari bid, offer adalah harga yang dibuka oleh penjual saat hendak menjual sahamnya. Formulasinya hampir sama dengan bid, yakni penjual dapat mengajukan harga jual yang nilainya lebih rendah atau tinggi dari harga saham yang dibuka saat itu.

Sebagai contoh untuk kasus offer, Anda sebagai penjual saham ingin melepas saham yang dimiliki, yang ketika itu per lembarnya berada di level harga Rp2.000 misalnya. Anda bisa membuka harga jual lebih rendah dari harga tersebut, seperti misalnya Rp990, atau menjual di harga lebih tinggi Rp2.010. Pun, calon penjual dapat membuka di harga yang setara dengan level harga saham saat itu, Rp2.000.

Nah, pada tahap ini, prosesnya sama seperti ketika Anda membuka bid pada saham tertentu. Anda pun hanya bisa menjual saham tersebut jika ada calon pembeli yang menawar di harga yang sama. Apabila tidak ada, calon penjual juga harus ikut mengantre untuk menjual saham yang dimilikinya.

Seperti halnya pada bid, saham yang dijual oleh calon penjual bisa saja tidak laku sama sekali. Hal tersebut umumnya terjadi ketika harga saham sedang anjlok sehingga calon pembeli merasa enggan untuk mengambil offer yang terlalu tinggi.

Untuk penjelasan yang lebih sederhana, Anda bisa saja membayangkan bid dan offer ini seperti proses ketika orang melakukan transaksi jual-beli di pasar tradisional. Misalnya, pembeli dapat menawar harga yang dibuka oleh penjual untuk barang yang hendak dibelinya.

Dari hasil komunikasi tersebut, penjual dan pembeli pun akan menemukan harga yang disepakati untuk barang tersebut. Bila diperhatikan, prosesnya sama seperti bid dan offer dalam trading saham, bukan? Hanya saja, komunikasi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional terjadi secara langsung atau saling bertatap muka.

Sebaliknya, calon penjual dan pembeli saham lebih sering bertemu secara virtual di pasar bursa.

KELASTRADING

Berita Populer