Connect with us

Nasional

Mendagri Minta Kepala Daerah Tingkatkan Belanja untuk Pelayanan Publik

“Tergantung masalahnya apa, kalau masalahnya misalnya kotoran sampah, upayakan buat tim untuk mengelola daerahnya sehingga bersih bebas sampah,”

Diterbitkan

on

Belanja untuk Pelayanan Publik (suara pakar)
MPP Palembang. (Sumber: Humas KemenPANRB)

Suarapakar.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta kepala daerah untuk meningkatkan belanja pelayanan publik atau belanja yang kemanfaatannya dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Selain itu, Mendagri juga meminta kepala daerah mengurangi belanja aparatur, yaitu belanja yang kemanfaatannya dirasakan secara langsung oleh aparatur daerah, tetapi tidak secara langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Seperti administrasi umum, operasional dan pemeliharaan, belanja pegawai atau personalia, sampai pada biaya perjalanan dinas.

“Kurangi belanja aparatur, perbanyak betul belanja yang manfaatnya langsung ke masyarakat,” ujarnya dalam Pembukaan Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri bagi Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota Tahun 2021 sebagaimana dikutip dari Sekretariat Kabinet RI, Selasa (14/9/2021).

Menurut Tito, pandemi Covid-19 mengajarkan pengelolaan APBD diarahkan pada sektor produktif yang berimbas langsung dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara umum. Pandemi juga memberikan pembuktian bahwa banyak kegiatan atau pertemuan yang dapat dilaksanakan secara virtual, dengan tetap menghasilkan output yang produktif. Dengan cara itu, anggaran belanja aparatur juga dapat dikurangi.

Sebaliknya, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk penyelesaian persoalan di daerah masing-masing. Mendagri mengambil contoh persoalan sampah dan pengelolaannya, anggaran yang semula dialokasikan untuk belanja aparatur dapat dialihkan untuk pembuatan tim yang bergerak khusus mengelola sampah di malam hari.

Dengan begitu, diharapkan setiap pagi daerah tersebut dalam keadaan bersih dan bebas sampah.

“Tergantung masalahnya apa, kalau masalahnya misalnya kotoran sampah, upayakan buat tim untuk mengelola daerahnya sehingga bersih bebas sampah,” ujarnya.

Baca juga: Jokowi dan Menteri Diminta Buat Tutorial Bagaimana Menaikkan Harta Selama Pandemi

Mendagri Minta Anggaran Dialokasikan untuk Pendidikan dan Kesehatan

Selain itu, Tito juga meminta kepala daerah untuk memerhatikan alokasi anggaran di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia menekankan agar alokasi tersebut tak hanya bersifat formalitas, namun dijalankan dan disalurkan sesuai pos anggarannya, serta dirasakan manfaatnya.

“Perbanyak juga belanja-belanja yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pendidikan dan kesehatan, pendidikan 20 persen, kesehatan 10 persen minimal, itu wajib, tapi tolong dipelototin lagi,” tandasnya.

Pernyataan Kemendagri ini menjurus pada keputusan sejumlah Pemkab/Pemko menganggarkan pembelian yang banyak mendapat kritikan ditengah pandemi Covid-19. Seperti Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wagub Sumbar, Audy Joinaldy yang membeli mobil baru Mitsubishi Pajero dan Hyundai Palisade. Namun, mobil itu akhirnya diserahkan ke Satgas Covid-19.

Hal yang sama juga pada Pemkab Humbang Hasundutan (Humbas) yang menganggarkan pembeli mobil dinas bagi Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan Wakilnya, Oloan P Nababan sebesar Rp2,6 miliar.

Tak kalah hebohnya, kalangan DPRD Kota Tangerang yang menganggarkan Rp675 juta untuk pengadaan bahan pakaian dinas bagi anggota DPRD Kota Tangerang. Tak tanggung-tanggung, pakaian bermerek terkenal asal Prancis, salah satunya yaitu Louis Vuitton, menjadi pilihan untuk 50 wakil rakyat Kota Tangerang itu.

Berita Populer