Connect with us

Nasional

Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha Selama PPKM Darurat

“Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka masyarakat wajib untuk dipatuhi,”

Diterbitkan

on

Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha (suara pakar)
Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan keterangan pers melalui konferensi video usai Rapat Terbatas, Jumat (16/07/2021). (Foto: Humas Kemenag)

Suarapakar.com – Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat agar membatasi mobilitas serta tidak melakukan mudik pada momen Idul Adha 2021. Terkait hal itu, Kementerian Agama akan berkoordinasi dengan ormas Islam yang ada di Indonesia untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Pernyataan itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Terbatas yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, melalui konferensi pers video, Jumat (16/07/2021).

Kemenag akan berkoordinasi dengan NU, Muhammadiyah, MUI, serta ormas islam lainnya untuk bersama-sama mengimbau masyarakat agar tidak melakukan mudik Idul Adha,” ujarnya dikutip dari laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Sabtu (17/7/2021).

“Karena kita tahu, mudik akan memicu penyebaran virus Covid-19. Kita akan segera lakukan koordinasi dan mudah-mudahan ini bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sebagai pedoman dalam pelaksanaan Idul Adha dan Kurban di masa pandemi, dikatakan Yaqut, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha serta Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 H/2021 M di Wilayah PPKM Darurat.

“Saya ingin mengingatkan, khususnya yang sebentar lagi akan menyelenggarakan peringatan Idul Adha, Kemenag sudah menerbitkan peraturan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 Tahun 2021 terkait pelaksanaan Idul Adha,” ujarnya.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Darurat hingga Akhir Juli 2021

3 Poin Pokok SE Kementerian Agama

Lebih lanjut Yaqut menjelaskan, ada tiga poin pokok yang diatur dalam SE tersebut. Pertama, kegiatan peribadatan di rumah ibadah yang berada pada wilayah PPKM Darurat ditiadakan untuk sementara.

Kedua, penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau musala, takbir keliling, serta penyelenggaraan Salat Idul Adha di masjid atau musala yang berada pada zona PPKM Darurat ditiadakan untuk sementara. Ketiga, petunjuk teknis pelaksanaan kurban diatur sesuai dengan syariat Islam dan penerapan protokol kesehatan.

Menutup keterangan persnya, Yaqut mengatakan bahwa aturan yang ditetapkan pemerintah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari pandemi Covid-19. Untuk itu, ia meminta masyarakat agar mematuhi ketentuan tersebut.

“Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan yang sifatnya melindungi masyarakat, maka masyarakat wajib untuk dipatuhi,” ujarnya.

GRANPRIZE

Berita Populer