Connect with us

Edukasi Trading

Mau Cuan, Ini Tips Memilih Time Frame Trading yang Tepat

Diterbitkan

on

Tips Memilih Time Frame Trading yang Tepat (suara pakar)
Foto ilustrasi frame time trading, (Sumber: nomadafricamag.com)

Suarapakar.com – Permasalahan yang sering dihadapi oleh trader pemula adalah memilih time frame untuk trading. Ada banyak sekali pilihan time frame untuk trading, mulai dari M1, M5, M15, M30, H1, H4, D1, W1, dan M1.

Time frame mana paling menguntungkan? Time frame mana yang sebaiknya dipilih? Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan berikut.

Apa Itu Time Frame?

Time frame dalam trading merujuk pada penggalan periode waktu yang digunakan oleh seorang trader untuk melakukan suatu trading. Penggalan periode waktu ini bervariasi, mulai dari beberapa menit sampai beberapa hari, minggu, atau bulan.

Ada beberapa pilihan time frame yang bisa digunakan dalam trading, yaitu:

  • M1 (Minute, atau 1 menit)
  • M5 (5 menit)
  • M15 (15 menit)
  • M30 (30 menit)
  • H1 (Hourly, atau 1 jam)
  • H4 (4 jam)
  • D1 (Daily atau 1 hari)
  • W1 (Weekly, atau 1 minggu)
  • M1 (Monthly, atau 1 bulan)

Contohnya M1, artinya grafik harga ditampilkan setiap periode 1 menit. Jadi 1 candle dalam time frame M1 menunjukkan pergerakan harga dalam waktu 1 menit.

Selain time frame standar di atas, beberapa software online trading juga bisa menyediakan time frame kustom, yang bisa kita tentukan sendiri.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Kenali 4 Jenis Gaya Trading Untuk Mendulang Profit

Konsekuensi Pemilihan Time Frame Trading

Ada konsekuensi dalam pemilihan time frame dalam trading. Time frame yang dipilih akan mempengaruhi beberapa hal tentang trading:

  • Durasi trading, yaitu berapa lama suatu trading dilakukan. Sebagai contoh jika kita menggunakan time frame H1, berarti setidaknya trading diharapkan berlangsung selama 1 jam sampai beberapa jam, bahkan bisa puluhan jam. Semakin panjang time frame yang dipilih berarti semakin panjang pula durasi trading yang terjadi. Memilih time frame sebenarnya kita memilih mau trading berapa lama.
  • Frekuensi trading, yaitu berapa banyak seorang trader melakukan trading. Bila trader memilih time frame pendek, tentu saja akan lebih sering keluar masuk pasar.
  • Waktu, yaitu berapa banyak waktu yang perlu disediakan untuk trading. Trader yang ingin santai, sebaiknya memilih time frame yang lebih panjang.
  • Potensi kerugian, yaitu berapa banyak modal di akun trading bisa turun. Trader yang menggunakan time frame lebih panjang akan mengalami floating loss yang lebih besar daripada menggunakan time frame yang lebih pendek. Hal ini dapat dimaklumi karena potensi profitnya juga cenderung lebih besar.

Time Frame Trading Yang Paling Menguntungkan

Pada prinsipnya setiap time frame bisa menguntungkan. Peluang trading bisa muncul di time frame mana saja.

Jika dilakukan dengan benar dan disiplin, trading yang memberi profit bisa dilakukan di time frame mana pun. Tinggal kita yang menentukan, mau menggunakan time frame yang mana.

Seorang trader sebaiknya memilih time frame yang sesuai dengan gaya tradingnya masing-masing. Jadi sebelum memilih time frame, sebaiknya seorang trader sudah menentukan gaya tradingnya.

Memilih time frame yang sesuai dengan gaya trading akan memperbesar peluang terjadinya kinerja trading yang baik, karena adanya kecocokan. Berikut adalah time frame yang disarankan untuk masing-masing gaya trading:

  • Scalping, time frame yang disarankan adalah M1-M5
  • Day Trading, time frame yang disarankan adalah M15 sampai H1
  • Swing Trading, time frame yang disarankan adalah H4 sampai D1
  • Position Trading, time frame yang disarankan adalah D1 sampai W1

Time frame di atas adalah yang disarankan. Silakan disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan trading masing-masing.

Pembahasan lebih lanjut tentang time frame trading bisa dibaca di buku Akademi Trading milik Fakar Suhartami Pratama. Atau bisa langsung ikut kelas nya di Fakar Trading.

KELASTRADING

Berita Populer