Connect with us

Tekno Sains

Matahari Terlambat Terbenam di Wilayah Indonesia Akhir Januari, Ini Penyebabnya

“Hal ini terjadi saat solstis Juni, yakni ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 20/21 Juni setiap tahunnya,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Matahari Akan Terlambat Terbenam
Matahari akan terlambat terbenam di sejumlah wilayah Indonesia. (Sumber: Wikipedia)

Suarapakar.com – Matahari akan terlambat terbenam di sejumlah wilayah Indonesia, yakni wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara pada pekan ini, tepatnya pada 26 Januari-1 Februari 2022 mendatang.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangerang mengatakan, Bumi berotasi terhadap sumbunya dengan kemiringan 66,6o terhadap bidang edar atau ekliptika. Secara bersamaan, Bumi juga mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring tersebut.

Miringnya sumbu rotasi Bumi saat mengelilingi Matahari dapat menyebabkan waktu terbit dan terbenamnya Matahari akan bervariasi selama satu tahun, baik itu lebih cepat maupun lebih lambat.

“Saat sumbu rotasi di belahan utara Bumi dan kutub utara Bumi miring ke arah Matahari, maka Matahari akan terbit lebih cepat dan terbenam lebih lambat di belahan utara Bumi,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/1/2022).

“Hal ini terjadi saat solstis Juni, yakni ketika Matahari berada paling Utara saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 20/21 Juni setiap tahunnya,” lanjutnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Sementara itu, sumbu rotasi di belahan selatan Bumi dan kutub selatan Bumi miring menjauhi Matahari. Sehingga, Matahari akan terbit lebih lambat dan terbenam lebih cepat di belahan selatan Bumi.

“Hal ini terjadi saat solstis Desember, yakni ketika Matahari berada paling Selatan saat tengah hari yang terjadi setiap tanggal 21/22 Desember setiap tahunnya,” ungkapnya.

Baca juga: 6 Fenomena Antariksa Akan Terjadi Pada Pekan Terakhir Januari, Apa Saja?

Fenomena Alami yang Lazim Terjadi Setiap Tahun

Lebih lanjut, kata Andi, fenomena ini dapat terjadi setiap tahun dengan waktu terbenam Matahari dan tanggal yang kurang lebih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu panik menyikapi hal ini dikarenakan fenomena ini adalah fenomena alami yang memang lazim terjadi setiap tahunnya.

“Sekitar sepuluh bulan lagi, sejak tanggal 13 hingga 18 November 2022 mendatang, Matahari akan terbit lebih cepat untuk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara,” pungkasnya.

Tidak hanya di pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara saja yang dapat mengalami Matahari terlambat terbenam pada akhir Januari ini. Melainkan juga beberapa kota di provinsi Maluku dan Papua,

“Seperti Saumlaki (Kab. Kep. Tanimbar, 29 Januari pukul 18.41.44 WIT), Kaiwatu (Kab. Maluku Barat Daya, 29 Januari pukul 18.55.53 WIT), Dobo (Kab. Kepulauan Aru, 1 Februari pukul 18.27.11 WIT), Tanah Merah (Kab. Boven Digoel, 1 Februari pukul 18.03.18 WIT) dan Merauke (28 dan 29 Januari pukul 18.06.07 WIT),” sebutnya.

Berita Populer