Connect with us

Al Islam

Lupa Salah Satu Rukun Sholat? Lakukan Sujud Sahwi! Ini Caranya!

Sujud sahwi merupakan dua sujud yang dilakukan oleh orang yang lupa dalam sholat nya. Maka untuk menggantikan kesalahan yang terjadi atau tertinggalnya salah satu rukun sholat tersebut cukup menggantinya dengan sujud sahwi.

Diterbitkan

on

Lakukan Sujud Sahwi (suara pakar)
Cukup lakukan sujud sahwi ketika lupa dalam sholat! ini caranya! (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Lupa merupakan suatu keadaan yang manusiawi. Maka ketika sedang sholat kemudian ketinggalan salah satu rukunnya atau salah dalam bacaannya, cukup lakukan sujud sahwi di akhir sholat atau sesudah selesai sholat!

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِ نَّــمَا أَ نَـا بَـشَــرٌ أَ نَـسِى كَــمَا تَــنْـسَــوْ نَ : فَـإِ ذَ ا نَـسِـيْتُ فَـذَ كِّــرُوْ نـِىْ

“Sesungguhnya saya adalah manusia seperti kalian, saya bisa lupa seperti halnya kalian juga bisa lupa, maka ingatkanlah.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).

Kemudian Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan jika terjadi keadaan lupa dalam sholat, maka cukup lakukan sujud sahwi sebagai pengganti atas kelupaan tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits riwayat Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ

“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam sholatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat ia sholat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang yakin.

Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata ia sholat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan sholatnya. Lalu jika ternyata sholatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.” (Hadits Riwayat Muslim No. 571).

Baca juga: 3 Tips Agar Khusyu dalam Sholat!

Ustadz Adi Hidayat: Ada Dua Jenis Sujud Sahwi yang Benar!

Dalam video youtube Audio Dakwah (20/3/2018), Ustadz Adi Hidayat, seorang ulama asal Indonesia yang menguasai isi kitab suci Al Quran dan Kitab Hadits beserta letak barisnya, (lahir: Pandeglang, Indonesia, 11 September 1984 (usia berkisar 37 tahun), mengatakan bahwa ada dua jenis sujud sahwi.

1. Hadits dari Sahabat Abdullah bin Buhainah

نَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَامَ فِي صَلَاةِ الظُّهْرِ وَعَلَيْهِ جُلُوسٌ فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ وَسَجَدَهُمَا النَّاسُ مَعَهُ مَكَانَ مَا نَسِيَ مِنْ الْجُلُوسِ

“Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan sholat Zhuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan sholatnya, beliau sujud dua kali, dan beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk, sebelum Beliau lakukan seperti ini sebelum salam.

Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (Hadits Riwayat Bukhari No. 1224, dan Muslim No. 570).

2. Hadits dari Sahabat Abu Hurairah

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلَاتَيْ الْعَشِيِّ إِمَّا الظُّهْرَ وَإِمَّا الْعَصْرَ فَسَلَّمَ فِي رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ أَتَى جِذْعًا فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَاسْتَنَدَ إِلَيْهَا مُغْضَبًا وَفِي الْقَوْمِ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرَ فَهَابَا أَنْ يَتَكَلَّمَا وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ قُصِرَتْ الصَّلَاةُ فَقَامَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقُصِرَتْ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ فَنَظَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمِينًا وَشِمَالًا فَقَالَ مَا يَقُولُ ذُو الْيَدَيْنِ قَالُوا صَدَقَ لَمْ تُصَلِّ إِلَّا رَكْعَتَيْنِ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

“Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam mengimami kami sholat pada salah satu dari dua sholat petang, mungkin sholat Zhuhur atau Ashar.

Namun pada rakaat kedua, beliau sudah mengucapkan salam. Kemudian beliau pergi ke sebatang pohon kurma di arah kiblat masjid, lalu beliau bersandar ke pohon tersebut dalam keadaan marah.

Di antara jamaah terdapat Abu Bakar dan Umar, namun keduanya takut berbicara. Orang-orang yang suka cepat-cepat telah keluar sambil berujar, “Sholat telah diqoshor (dipendekkan).”

Sekonyong-konyong Dzul Yadain berdiri seraya berkata, “Wahai Rasulullah, apakah sholat dipendekkan ataukah anda lupa?”

Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam menengok ke kanan dan ke kiri, lalu bersabda, “Betulkah apa yang dikatakan oleh Dzul Yadain tadi?”

Jawab mereka, “Betul, wahai Rasulullah. Engkau sholat hanya dua rakaat.”

Lalu beliau sholat dua rakaat lagi, lalu memberi salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit.

Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (Hadits Riwayat Bukhari No. 1229, dan Muslim No.573).

Bacaan dalam Sujud Sahwi

Menurut Imam An Nawawi, bacaan sujud sahwi adalah

سبحان من لا ينام ولا يسهو

(SUBHAANA MAN LAA YANAAMU WAA LAA YASHUU)

“Maha suci Allah, Tuhan yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”

Namun sebagian ulama memandang tidak ada bacaan khusus dalam hadits yang ada ketika melakukan sujud sahwi. Maka dalam pandangan mereka, lafadz yang dibaca saat sujud sahwi sama saja dengan lafadz sujud-sujud yang biasa dilakukan dalam sholat.

Begitulah cara melakukan sujud sahwi yang diajarkan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, ketika lupa saat sholat.

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer