Connect with us

Ekonomi

Legislator Berencana Ciptakan Barometer Harga Komoditas Nasional

“Selama ini kita masih mengikuti harga internasional, itupun hanya beberapa komoditas,”

Diterbitkan

on

Barometer Harga Komoditas Nasional (suara pakar)
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima. (Sumber: DPR RI)

Suarapakar.com – Komisi VI DPR RI berencana untuk menciptakan barometer harga komoditas bahan baku nasional. Hal itu melihat dari harga komoditas bahan baku yang terus berubah, sehingga berpengaruh terhadap kestabilan harga perekonomian di masyarakat

Hal tersebut diutarakan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dalam rapat yang diikutinya secara virtual antara Komisi VI DPR RI dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Ia berpendapat, dengan memiliki barometer tersebut diharapkan harga bahan baku komoditas di Indonesia tidak mudah naik atau turun sehingga tercipta stabilitas perekonomian.

“Nah kalau harga komoditas ini bisa dijadikan patokan yang tiap hari akan diikuti di tingkat real pasar di bawah, naik turunnya (harga) itu jelas, apakah harga pasar di bawah itu turun atau naik,” ujar Aria Bima sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabu (30/6/2021).

“Kalau sekarang kan patokannya apa, sekarang tidak ada. Nah kami berharap rapat ini salah satu kesimpulannya merekomendasikan supaya dibuat harga-harga komoditas nasional kita,” jelasnya.

Politisi PDI-Perjuangan itu menuturkan, selama ini para produsen di tingkat hulu seperti petani tidak memiliki bayangan harga yang pasti untuk menghitung profit yang mereka harapkan.

Selama ini, dikatakannya yang menjadi patokan harga para petani tersebut adalah harga di tingkat internasional yang jelas tidak relate, karena memiliki perbedaan harga yang terlampau tinggi.

“Selama ini kita masih mengikuti harga internasional, itupun hanya beberapa komoditas,” ujar Aria.

“Saya pikir tidak masuk akal dengan 46 persen penduduk kita yang hidup dari pertanian, kemudian kita bikin instrumen supaya mereka jadi fresh maker, tetapi tidak ada perlindungan harga di tingkat negara sebesar Indonesia ini,” terangnya.

Baca juga: Diminati Pasar Singapura, Ekspor Jagung Sangrai Asal Sumut Terus Meningkat

DPR Minta Kemendag Beri Kepastian Terhadap Rakyat

Oleh karena itu, Aria berharap persoalan ini dapat menjadi ikhtiar bersama bagi pemerintah dan DPR terutama dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat-rakyat kecil.

Untuk itu, ia pun berharap Komisi VI DPR RI dengan Kemendag periode saat ini nantinya dapat memberi kepastian yang positif kepada rakyat. Terutama para petani dengan segera menciptakan patokan harga komoditas tersebut.

“Ini yang saya pikir perlu jadi ikhtiar kita bersama. Berapa harga komoditas kebutuhan bahan pokok yang ditetapkan oleh pemerintah,” katanya.

“Bagaimana ini segera Kemendag punya legacy yang akan kita tinggalkan bersama dengan Komisi VI, itu mematok harga komoditas-komoditas masing-masing komoditas untuk disahkan secara nasional,” tandas legislator dapil Jawa Tengah V itu.

GRANPRIZE

Berita Populer