Connect with us

Nasional

Legalisasi Miras di Indonesia, Netizen Berontak

“Melakukan Investasi Miras sama saja Melanggar Pancasila sila ke 1 dan UUD 1945,”

Diterbitkan

on

perpres miras (suara pakar)
Ilustrasi stop Miras. (Foto: istimewa)

Suarapakar.com– Legalisasi Minuman Keras (Miras) di Indonesia sepertinya tidak berjalan mulus. Soalnya, tak sedikit masyarakat yang menolak legalisasi Miras di Indonesia tersebut.

Terbukti, tagar #TolakLegalisasiMiras menjadi salah satu trending topic di Twitter, Jumat (26/2/2021).

Salah satu netizen, melalui akunnya @__3TeK3weR__ memprotes legalisasi Miras tersebut. Dia pun mengajak netizen lain untuk beramai-ramai memviralkan #TolakLegalisasiMiras.

“Waktu kampanye lgi shalat di fotoin, pas udah jadi lagi MIRAS mau dilegalin, Jomplang banget Wajah tanpa ekspresi

#TolakLegalisasiMiras

#TolakLegalisasiMiras

Yang masih Melek dan bernafas, nyok ah ramaikan Tagar ini, untuk penolakn Legalitas Miras yg bisa merusak generasi kedepannya Tangan terkepal,” cuit akun tersebut di Twitter.

@Qaireeen_srg1 juga tak setuju dengan legalisasi Miras tersebut. Mengingat, tidak sedikit dampak negative yang timbuk akibat mengkonsumsi Miras.

“10 Dampak negatif alkohol bagi kesehatan

1.Menyebabkan kerusakan saraf

2.Menyebabkan gangguan jantung

3.Mengganggu sistem metabolisme tubuh

4.Mengganggu sistem reproduksi

5.Menurunkan kecerdasan

#TolakLegalisasiMiras

#TolakLegalisasiMiras,” cuit Qaireen di Twitter.

Begitu juga dengan @YasonnaB yang sangat tidak setuju dengan legalisasi Miras tersebut, karena menurutnya itu melanggar Undang-undang (UUD) 1945.

“Melakukan Investasi Miras sama saja Melanggar Pancasila sila ke 1 dan UUD 1945, karena Agama di Indonesia sudah jelas mengharamkan Miras..,” cuit @YasonnaB sembari melampirkan link portal media terkait oknum polisi mabuk yang menembak mati 3 orang di kafe Jakarta Barat.

Baca juga: Tengku Zul Minta Ma’ruf Amin Cegah Ijin Industri Miras

Legalisasi Miras di Indonesia Berdasarkan Perpres 11 2020

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Beleid yang merupakan aturan turunan dari Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini telah ditandatangani Presiden Joko Widodo dan mulai berlaku per tanggal 2 Februari 2021.

Kebijakan industri minuman keras masuk kategori Daftar Positif Investasi (DPI) tertuang dalam lampiran III Perpres 10/2021. Pemerintah mengatur empat klasifikasi minuman keras yang masuk daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu. Seperti minuman keras mengandung alkohol dan minuman keras mengandung alkohol berbahan anggur.

Berdasarkan lampiran III Perpres tersebut, persyaratan untuk penanaman modal baru dapat dilakukan pada provinsi Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Papua dengan memperhatikan budaya dan kearifan setempat.

Video Pemerintah Menetapkan Miras Sebagai Daftar Positif Investasi

 

Berita Populer