Connect with us

Al Islam

Kriminalisasi Terhadap 4 Ulama Madzhab di Masa Lalu

Menjadi seorang Ulama yang benar, ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Begitu banyaknya tantangan mereka untuk menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Mereka mewarisi pahit getirnya kehidupan para Nabi terdahulu.

Diterbitkan

on

Kriminalisasi Terhadap 4 Ulama Madzhab (suara pakar)
Menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar memang membutuhkan pengorbanan yang tidak sederhana. Ini kriminalisasi terhadap 4 ulama madzhab oleh penguasa di masa lalu.

Suarapakar.com – Memang penderitaan para ulama belum lah ada apa-apa nya dibanding dengan penderitaan para Nabi. Namun paling tidak mereka (para ulama) juga merasakan buah dari suatu perjuangan istiqomah di jalan Allah. Ini kriminalisasi terhadap 4 Ulama Madzhab di masa lalu.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menggambarkan sosok istiqomah para Nabi dan Rasul, yang kemudian jejak tersebut diikuti oleh orang-orang beriman (para ulama) dalam mengemban tugas sebagai pewaris para Nabi.

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan):

“Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.” (Surat ke-2 Al Baqarah, ayat 285).

Baca juga: Ini Pahala Melakukan Wudhu Secara Benar dan Sempurna!

4 Ulama Madzhab Fiqih yang Dikriminalisasi Penguasa

Dari berbagai sumber sejarah Islam mengungkapkan kriminalisasi terhadap 4 ulama madzhab fiqih Islam oleh penguasa di masa lalu.

1. Imam Hanafi

Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Mahan At Taymi, atau lebih dikenal dengan nama Abu Ḥanifah / Imam Hanafi, lahir: Kufah, Irak, 5 September 699 M, dan wafat: Baghdad, Irak, 14 Juni 767 M. Beliau merupakan pendiri dari Madzhab Fiqih Hanafi.

Pada zaman Khilafah Abbasiyah, pernah dicambuk (karena dianggap tidak dekat dengan penguasa), seperti yang diungkap dalam kitab Tarikh Baghdad, 13/327.

Kemudian pernah juga dipenjara oleh Abu Ja`far Al Manshur, Khalifah kedua Bani Abbasiyah gara-gara menolak tawaran menjadi Qadhi (Hakim), seperti yang dikisahkan dalam kitab Siyaru A`lam An Nubala, 6/401.

Dan pada era Dinasti Umayyah, ketika Marwan bin Muhammad menjadi penguasa. Imam Hanafi ditawari kembali jabatan Hakim, namun beliau bersikukuh untuk menolaknya. Akibatnya, beliau dicambuk seratus kali, pada suatu daerah bernama Al Kinasah.

Bahkan sebelumnya, ketika Sang Imam menampik tawaran seorang menteri bernama Ibnu Hubairah, untuk menjadi pengurus Baitul Mal, akhirnya beliau pun harus mengalami hukuman cambuk.

2. Imam Malik

Malik Ibn Anas bin Malik bin ‘Amr Al Asbahi atau Malik bin Anas atau Imam Malik, seorang pakar ilmu fikih dan hadits, serta pendiri Mazhab Maliki. Lahir: Madinah, Arab Saudi, tahun 711 M, dan wafat pada tahun 795 M / 174 H.

Ternyata nasib Imam Malik bin Anas pun juga tak jauh lebih indah!

Beliau juga pernah mengalami hukuman cambuk, karena membangkang pada perintah Abu Ja`far Al Manshur, untuk tidak meriwayatkan lagi hadits, “Tidak ada talak bagi orang yang dipaksa.” Dikisahkan dalam Kitab Wafayatul A`yan, 4/137.

Kemudian dalam buku berjudul; Ulama wa Umara, karya Wahid Abdussalam Bali (1410: 181) mengungkap konflik Imam Malik dengan penguasa.

Ketika itu Ja’far bin Sulaiman – sepupu Abu Ja’far Al Manshur (Khalifah kedua Bani Abbasiyah) – berniat buruk kepada Imam Malik.

Ia membuat tuduhan rumor bahwa Imam Malik tidak mengakui kepemimpinan Ja’far Al Manshur. Mengetahui kabar itu, kuping Abu Ja’far Al Manshur ‘panas’, lalu diperintah lah kepada tentaranya untuk mencabuk Imam Malik.

Sebagian sumber lain mengatakan bahwa cambukan itu mengakibatkan rusaknya tangan Imam Malik sehingga beliau tidak dapat bersedekap saat melaksanakan sholat.

Maka hal ini memunculkan fatwa baru dari sebagian para pengikut imam malik, untuk tidak melakukan sedekap saat sholat.

3. Imam Syafi’i

Imam Syafi’i adalah salah satu Murid dari Imam Malik, yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata dari para ulama yang ada saat itu.

Nama lengkap Imam Asy Syafi’i adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris Asy Syafi’i Al Muththalibi Al Qurasyi. Beliau seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi’i. Lahir: Gaza, Palestina, 28 Agustus 767 M, dan wafat: Fustat, Mesir, 20 Januari 820 M.

Imam Syafi’i juga pernah mengalami masa-masa sulit dengan penguasa pada zamannya. Ia dituduh sebagai pendukung Syi`ah oleh gurunya sendiri (Mutharrif bin Mazin di Yaman) yang memendam hasad padanya.

Mutharrif bin Mazin memprovokasi Khalifah Harun Ar Rasyid (khalifah kelima dari Bani Abbasiyah 786 M – 803 M) untuk menangkap Imam Syafi`i dan orang-orang alawiyin (sekelompok orang yang memiliki pertalian darah dengan Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam).

Maka diutuslah Hammad Al Barbari untuk menangkap Imam Syafi`i dan orang-orang alawiyin. Kemudian Ia dirantai dengan besi bersama orang alawiyin dari Yaman hingga Raqqah, Baghdad, tempat kediaman Harun Ar Rasyid. Seperti dikisahkan dalam kitab Siyaru A`lam Al Nubala, 8/273.

4. Imam Hambali

Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi, atau Ahmad bin Muhammad bin Hanbal, atau terkenal juga dengan nama Imam Hambali. Lahir: Bagdad, Irak, tahun 780 M, dan wafat: 2 Agustus 855 M.

Ahmad bin Hanbal atau Imam Hambali merupakan salah satu murid dari Imam Syafi’i. Beliau juga pernah mengalami nasib yang lebih menyakitkan dengan penguasa.

Ia dicambuk, dipenjara selama 30 bulan oleh Ma`mun (putra dari Harun Ar Rasyid), gara-gara tidak mengakui kemakhlukan Al Quran sebagaimana yang diyakini aliran Mu`tazilah. Dikisahkan dalam kitab Al Kamil fii At Tarikh, 3/180.

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer