Connect with us

Kriminal

KPK Incar Kasus Suap Pajak Capai Puluhan Miliar

Berdasarkan informasi yang beredar, ada sejumlah perusahaan yang diduga pajaknya diurus dalam perkara tersebut.

Diterbitkan

on

kasus suap pajak (suara pakar)
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Suarapakar.com– Kasus suap pajak kembali terjadi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki kasus suap mencapai puluhan miliar rupiah tersebut di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak, Kementerian Keuangan.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata membenarkan dugaan kasus suap pajak tersebut. Menurutnya, KPK pun sedang mendalami kasus itu, walau belum menetapkan siapa tersangka kasus tersebut.

“Betul, kami sedang penyelidikan. Tapi tersangkanya nanti dalam proses penyidikan,” paparnya, melansir dari kompas.com, Rabu (3/3/2021).

Alexander Marwata menjelaskan kasus tersebut bermula saat perusahaan wajib pajak diduga memberikan suap kepada petugas pajak. Tujuannya agar si wajib pajak itu bisa membayar pajaknya lebih murah dibandingkan pajak yang harus dibayarnya.

Angkanya pun, cukup fantastis, yakni mencapai puluhan miliar rupiah.

“Seperti penanganan pajak sebelumnya, pemeriksaan pajak gimana caranya supaya itu rendah, prinsipnya begitu. Selalu ada imbal balik ketika itu menyangkut perpajakan itu ada kepentingan PT dengan pejabat pajak, kalau mau pajaknya rendah ada upahnya kan gitu. Nilai suapnya besar juga, puluhan miliar,” jelas Alexander Marwata.

Baca juga: KPK Geledah Kantor Bupati Bintan, 3 Lokasi Lain Diobok-obok

Berdasarkan informasi yang beredar, ada sejumlah perusahaan yang diduga pajaknya diurus dalam perkara tersebut. Seperti perusahaan pertambangan, perkebunan, perbankan, rokok, hingga produsen cat.

Nilai suap yang diberikan variatif pun bervariasi, mulai dari ratusan juta rupiah hingga Rp 30 miliar.

Alexander Marwata menambahkan untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, KPK butuh penyelidikan yang mendalam dan mengumpulkan barang bukti yang cukup.

“Itukan mencari alat bukti untuk menetapkan tersangka. Ini yang sedang kami lakukan,” tegasnya.

Berita Populer