Connect with us

Kriminal

Korupsi di Bappeda Siak, Mantan Sekdaprov Riau Dituntut 7,5 Tahun Penjara

Selain tuntutan hukuman penjara 7,5 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp300 juta

Diterbitkan

on

Korupsi di Bappeda Siak, Mantan Sekdaprov Riau Dituntut 7,5 Tahun Penjara (suara pakar)
Sidang lanjutan tindak pidana korupsi mantan Sekdaprov Riau. (Foto: istimewa)

Suarapakar.com – Mantan Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya dituntut hukuman 7,5 tahun penjara atas kasus korupsi anggaran rutin di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Siak tahun 2013-2017.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Junaidi dalam tuntutannya menyebutkan, selain tuntutan hukuman penjara 7,5 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp300 juta.

Apabila tidak terpenuhi membayar Rp300 juta, masa kurungan terdakwa akan bertambah 6 bulan. Bahkan JPU juga menetapkan terdakwa Yan Prana Jaya juga membayar uang pengganti (UP) atas kerugian negara sebesar lebih kurang Rp2,8 milar.

Jika tidak dikembalikan, maka Yan Prana Jaya dapat diganti dengan pidana kurungan penjara 3 tahun.

JPU juga mengatakan, perbuatan Yan Prana Jaya sudah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 junto pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Terdakwa Yan Prana Jaya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan tindak pidana korupsi. Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun dan 6 bulan penjara,” kata JPU, Hendri Junaidi dalam sidang di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Jumat (9/7/2021).

Atas tuntuan JPU itu, terdakwa Yan Prana Jaya melalui kuasa hukumnya pun mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan digelar pada Senin (19/7/2021) mendatang.

Pelaksanaan sidang digelar melalui video conference. Di ruang sidang, ada majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina, tim JPU, dan tim penasehat hukum terdakwa.

Baca juga: Hilangkan Barang Bukti Korupsi, Karyawati Bakar SPBU di Jakarta

Kerugian Negara Mencapai Rp2 Miliar Lebih

Untuk diketahui, berdasarkan dakwaan JPU sebelumnya, Yan Prana Jaya bersama-sama Donna Fitria (tersangka yang perkaranya diajukan dalam berkas perkara terpisah) dan Ade Kusendang, serta Erita, pada Januari 2013 hingga Desember 2017 melanggar perbuatan tindak pidana korupsi sebesar Rp2.896.349.844,37.

Berawal pada Januari 2013, saat terjadi pergantian bendahara pengeluaran dari Rio Arta kepada Donna, terdakwa Yan Prana Jaya mengarahkan agar melakukan pemotongan biaya sebesar 10 persen dari setiap kegiatan perjalanan dinas.

Pemotongan anggaran perjalanan dinas sebesar 10 persen tersebut dilakukan setiap pencairan. Uang dikumpulkan dan disimpan Donna selaku bendahara pengeluaran di brangkas bendahara, Kantor Bappeda Kabupaten Siak.

Dari catatan Donna, dirinya langsung menyerahkan kepada terdakwa Yan Prana Jaya secara bertahap dengan total mencapai Rp2.895.349.844,37.

Tidak hanya perjalanan dinas, dalam kasus ini juga terjadi penyimpangan dalam mengelola anggaran atas kegiatan pegadaan alat tulis kantor (ATK) pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2015 sampai dengan TA 2017 dan melakukan pengelolaan anggaran makan minum pada Bappeda Kabupaten Siak TA 2013 – 2017.

Reporter : Zulfan Taufik

GRANPRIZE

Berita Populer