Connect with us

Kriminal

Kepala Rutan Bareskrim Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Kece

“Divisi Propam telah menetapkan tiga tersangka yang terdiri dari Kepala Rutan Bareskrim, Ka Jaga dan anggota Jaga Rutan Bareskrim,”

Diterbitkan

on

Selain Dipukuli, Wajah M Kece Dilumuri Kotoran Manusia Oleh Napoleon Bonaparte (suara pakar)
Wajah M Kece usai dianiaya. (Sumber: istimewa)

Suarapakar.com – Divisi Propam Polri menetapkan Kepala Rutan Bareskrim Polri, AKP Imam Suhondo, sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan M Kece di dalam rumah tahanan.

Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, mengungkapkan selain Kepala Rutan Bareskrim, pihaknya juga telah menetapkan dua orang lainnya, yakni kepala jaga dan anggota jaga Rutan Bareskrim.

“Divisi Propam telah menetapkan tiga tersangka yang terdiri dari Kepala Rutan Bareskrim, Ka Jaga dan anggota Jaga Rutan Bareskrim,” kata Sambo, melansir Okezone di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Menurut Sambo, mereka dijadikan tersangka karena diduga melanggar PP Nomor 2 Tahun 2003 pasal 4 (d) dan (f). Dalam hal ini, ketiganya dianggap tidak menjalankan tugas dengan baik.

“Yakni pelanggaran disiplin tidak melaksanakan disiplin, tidak melaksanakan SOP dalam melakukan jaga tahanan, pelanggaran terkait peraturan kedinasan,” kata Sambo.

Setelah dijadikan tersangka, Sambo menyebut, pihaknya bakal segera menggelar sidang komisi disiplin terhadap tiga personel kepolisian tersebut.

“Kemudian sidang komisi disiplin akan segera digelar secepatnya,” sebut Sambo.

Baca juga: KKP Tangkap Kapal Ikan Malaysia yang Diawaki WNI di Selat Malaka

Bareskrim Polri Tetapkan 5 Tersangka Penganiaya Kece

Untuk diketahui, Bareskrim Polri resmi menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan M Kece. Mereka adalah Irjen Napoleon Bonaperte, tahanan kasus uang palsu berinisial DH, lalu narapidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berinisial DW.

Lalu, narapidana kasus penipuan dan penggelapan berinisial H alias C alias RT dan narapidana kasus perlindungan konsumen berinisial HP, juga terlibat atas penganiayaan terhadap tersangka penistaan agama itu.

Mereka dipersangkakan melanggar Pasal 170 Juncto 351 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Merujuk Pasal 170, tersangka diancam pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Berita Populer