Connect with us

Ekonomi

Kemnaker: Upah Minimum 2022 Akan Naik Rata-Rata 1,09 Persen

“Rata-rata penyesuaian upah minimum adalah 1,09 persen,”

Diterbitkan

on

Upah Minimum 2022 Akan Naik (suara pakar)
Foto ilustrasi upah minimum 2022 akan naik rata-rata 1,09 persen. (Sumber: Bingar.id)

Suarapakar.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyebutkan bahwa upah minimum provinsi (UMP) hanya akan naik sekitar 1,09 persen pada tahun 2022.

Daerah dengan UMP tertinggi masih dipegang oleh DKI Jakarta, sebesar Rp4,45 juta. Sementara itu, daerah dengan UMP terendah dipegang oleh Jawa Tengah sebesar Rp1,81 juta.

“Rata-rata penyesuaian upah minimum adalah 1,09 persen,” kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri dalam Seminar Terbuka Kemnaker sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Senin (15/11/2021).

Namun demikian, ia menegaskan penyesuaian tersebut tidak menjadi acuan upah minimum yang naik pada tahun depan. Indah pun menyerahkan kenaikan UMP ditetapkan oleh gubernur masing-masing daerah.

“Yang ada dalam slide ini rata-rata penyesuaian upah minimum provinsi. Bukan berarti semua provinsi naik 1,09 persen. Hati-hati ya memahami ini,” tegasnya.

Sebagai informasi, kenaikan upah minimum pekerja saat ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Sehingga PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan sudah tidak lagi berlaku.

Suarapakar.com - Kelas Fakartrading 1 bulan

Baca juga: Tangki Kilang Minyak Cilacap Kebakaran, Bos Pertamina Jamin Stok BBM Aman

Upah Minimum di 4 Provinsi Tak Akan Naik Pada Tahun 2022

Lebih lanjut, Anggoro Putri mengatakan bahwa upah minimum di empat provinsi tidak akan mengalami kenaikan pada tahun depan. Daerah yang tidak akan naik upah minimumnya adalah Sumatra Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

“Dari 34 provinsi, ada 4 provinsi yang nilai upah minimum 2021 ternyata lebih tinggi dari batas atas. Sehingga upah minimum 2022 ditetapkan sama dengan 2021,” katanya.

Dengan demikian, upah minimum di Sumatra Selatan hanya Rp3,14 juta, Sulawesi Utara Rp3,31 juta, Sulawesi Selatan Rp3,16 juta, dan Sulawesi Barat Rp2,67 juta.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan Kemnaker, Dinar Titus Jogaswitani mengatakan bahwa upah minimum berlaku bagi pekerja dengan masa kerja di bawah 12 bulan.

“Upah minimum berlaku bagi pekerja yang kurang dari satu tahun. Bagi pekerja yang sudah di atas satu tahun, upahnya harus disepakati terlebih dahulu,” kata Dinar.

Perlu diketahui, upah Minimum Provinsi (UMP) paling lambat akan diumumkan pemerintah provinsi pada 21 November 2021. Sedangkan, Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) akan diumumkan pemerintah kota/kabupaten selambat-lambatnya pada 30 November 2021.

Berita Populer