Connect with us

Nasional

Kasus Covid-19 Menggila, Menag Terbitkan SE Beriduladha dengan Prokes Ketat

“Intinya perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Shalat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah,” kata  Gus Yaqut.

Diterbitkan

on

Beriduladha dengan Prokes Ketat
Menag Yaqut Cholil Qoumas, (Sumber: Kemenag RI)

Suarapakar.com – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengatur tentang Penyelenggaraan Idul Adha dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Hal itu karena umat Islam seluruh dunia sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Iduladha Juli 2021 mendatang, namun pandemi Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia tengah mengalami peningkatan.

“Saya sudah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Salat Iduladha. SE Menag ini untuk memberikan rasa aman kepada umat Islam di tengah pandemi Covid-19 yang belum terkendali dan munculnya varian baru,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut atau Gus Menteri (Gus Men) itu, Sabtu (26/5/2021).

“Intinya perlu dilakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam penyelenggaraan Shalat Iduladha dan pelaksanaan kurban 1442 Hijriah,” kata  Gus Yaqut lagi.

Perkembangan saat ini, kasus Covid-19 tidak hanya menyerang orang dewasa. Akan tetapi juga balita dan anak-anak. Kasus pada anak usia 0-18 tahun semakin meningkat di Indonesia.

“Proporsi kasus aktifnya tercatat sebesar 13,5 persen hingga Senin, 22 Juni 2021. Angka itu bahkan lebih besar dari lansia yang sebesar 11,2 persen,” ungkapnya.

“Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mengalami tren kenaikan dalam sebulan terakhir, tambahnya.

Surat Edaran ini, kata Gus Yaqut, ditujukan kepada jajaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota se-Indonesia.

Kemudian lanjutnya, kepala Kantor Urusan Agama kecamatan, pimpinan organisasi masyarakat Islam, pengurus masjid dan mushala, panitia peringatan hari besar Islam, serta masyarakat muslim di seluruh Indonesia.

“Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat,” ucapnya.

Edaran Penerapan Protokol Kesehatan dalam Beriduladha, (Sumber: Kemenag RI)

Baca juga: Menag Terbitkan SE, Salat Iduladha di Lapangan/Masjid Zona Merah Ditiadakan

Apa Saja yang Diatur dalam SE Nomor 15/2021

Lebih lanjut, Menag mengatakan beberapa hal yang diatur antara lain pelaksanaan kegiatan di masjid atau musala, takbir keliling, shalat Iduladha. Penerapan prokes ketat saat shalat Idul Adha hingga tata cara penyembelihan hewan kurban di masa pandemi Covid-19.

“Malam takbiran menyambut Hari Raya Iduladha pada prinsipnya dapat dilaksanakan di semua masjid atau musala, dengan ketentuan dilaksanakan secara terbatas, paling banyak 10 persen dari kapasitas masjid/mushala, dengan memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,” katanya.

“Kegiatan takbir keliling tegas dilarang untuk mengantisipasi keramaian atau kerumunan. Kegiatan takbiran dapat disiarkan secara virtual dari masjid/ mushala sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi,” sambungnya.

Sementara itu, Salat Hari Raya Iduladha, 10 Zulhijjah 1442 Hijriah/2021 Masehi di lapangan terbuka atau di masjid/mushala pada daerah zona merah dan oranye ditiadakan. Salat Iduladha dapat diadakan di lapangan terbuka atau di masjid/mushala hanya di daerah yang dinyatakan aman dari Covid-19 atau di luar zona merah dan oranye.

“Berdasarkan penetapan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat. Salat Iduladha wajib menerapkan standar protokol kesehatan Covid-19 secara ketat,” tuturnya.

Sedangkan pelaksanaan kurban dapat berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah untuk menghindari kerumunan warga di lokasi pelaksanaan kurban.

GRANPRIZE

Berita Populer