Connect with us

Internasional

Kanada Diterpa Gelombang Panas Terparah, 230 Orang Dilaporkan Tewas

“Paparan lingkungan yang panas dapat menyebabkan hasil parah atau fatal, terutama pada orang tua, bayi, anak kecil, sampai warga yang menderita penyakit kronis,”

Diterbitkan

on

Kanada Diterpa Gelombang Panas Terparah (suara pakar)
Foto ilustrasi gelombang panas di Kanada. (Sumber: The Northern Daily Leader)

Suarapakar.com – Kanada diterpa gelombang panas terparah sepanjang sejarah negara itu, yaitu dengan suhu udara di Kota Lytton mencapai 49,5 derajat Celsius, Selasa (29/6/2021). Sebanyak 230 orang dilaporkan meninggal dunia.

“Sekitar pukul 16.20, Stasiun Iklim Lytton melaporkan suhu 49,5 derajat Celsius, sekali lagi memecahkan rekor suhu harian selama tiga hari berturut-turut,” demikian pernyataan Kementerian Lingkungan dan Perubahan Iklim Kanada dikutip dari AFP, Rabu (30/6/2021).

Lytton terus melaporkan rekor suhu tertinggi selama tiga hari berturut-turut. Dimana, laporan temperatur pada Selasa lalu memecahkan rekor sehari sebelumnya yang mencapai 47,9 derajat Celsius.

Sehari sebelumnya, Minggu (27/6/2021), Lytton untuk pertama kalinya melaporkan rekor suhu harian tertinggi, mencapai 47,5 derajat Celsius.

Lebih dari 230 orang di Provinsi British Columbia, Kanada, dilaporkan meninggal dunia akibat gelombang panas yang memicu peningkatan suhu ekstrem di negara tersebut, sejak Jumat (25/6/2021) lalu.

Kepala koroner British Columbia (BC), Lisa Lapointe, menuturkan bahwa kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya.

Layanan koroner BC menerima sekitar 130 laporan kematian dalam empat hari. Namun, terhitung sejak Jumat pekan lalu sampai Senin (28/6/2021), lembaga itu menerima lonjakan laporan kematian hingga setidaknya 233 kasus.

“Sejak awal gelombang panas muncul akhir pekan lalu, Layanan Koroner BC menerima peningkatan signifikan laporan kematian di mana diduga akibat suhu panas ekstrem,” kata Lapointe melalui sebuah pernyataan, Rabu (30/6/2021).

“Jumlah ini masih akan meningkat karena data terus diperbarui,” kata Lapointe lagi.

Koroner BC saat ini tengah mengumpulkan informasi untuk menentukan penyebab dan cara kematian itu karena gelombang panas atau hal lain.

“Paparan lingkungan yang panas dapat menyebabkan hasil parah atau fatal, terutama pada orang tua, bayi, anak kecil, sampai warga yang menderita penyakit kronis,” tutur Lapointe.

Baca juga: Ledakan Gedung di Bangladesh, 7 Orang Tewas 50 Luka-Luka

Fenomena Heat Home

Tak hanya Kanada, sejumlah kawasan di Amerika Serikat juga dilanda gelombang panas ekstrem sejak akhir pekan lalu.

Sebagaimana dilansir The Guardian, para ahli menduga gelombang panas ini terjadi karena fenomena “heat dome” atau kubah panas.

Istilah itu merujuk pada situasi di mana tekanan tinggi terjadi di sejumlah area yang membuat suhu panas terperangkap.

“Di kawasan barat laut Pasifik kerap terjadi situasi seperti ini karena wilayahnya dapat menutup jalur aliran udara dingin laut ke arah daratan,” ujar seorang ahli klimatologi dari AS, Nick Bond.

GRANPRIZE

Berita Populer