Connect with us

Kriminal

Kadis Perizinan Sumut Tersangka Korupsi, Gubsu Bela Anak Buahnya

“Saya minta tidak dipolitisir semua orang bisa mengalami hal itu, kita lihat, kita support dia melakukan hak hukum dia,”

Diterbitkan

on

Kadis Perizinan Sumut Tersangka Korupsi, Gubsu Bela Anak Buahnya (suara pakar)
Gubsu Edy Rahmayadi berikan keterangan kepada wartawan terkait anak buahnya ditetapkan sebagai tersangka korupsi, Senin (23/8/2021). (Foto: Ilham/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Gubsu Edy Rahmayadi bela anak buahnya Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Sumatera Utara, Effendy Pohan yang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Edy meminta kasus yang menjerat Effendy Pohan sebagai tersangka tersebut tak dipolitisir atas tuduhan korupsi saat menjabat Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut.

“Saya minta tidak dipolitisir semua orang bisa mengalami hal itu, kita lihat, kita support dia melakukan hak hukum dia,” ungkapnya kepada wartawan di Rumah Dinas (Rumdis) Gubsu Jalan Sudirman Medan, Senin (23/8/2021).

Gubernur Sumut itu menuturkan, bahwa di negara berlandaskan hukum, seseorang berhak untuk mendapatkan hak hukumnya meskipun dinilai bersalah. Hal tersebut juga berlaku untuk Effendy Pohan atas kasus korupsi yang menjeratnya.

“Sekarang dia akan bergelut membela dirinya,” tegasnya.

Baca juga: Mantan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Ditangkap Dugaan Korupsi

Kadis Tersangka Korupsi, Gubsu Tunjuk Plh Penanaman Modal

Mantan Pangkostrad itu memastikan telah menunjuk Pelaksana Harian (PLH) usai Effendy Pohan ditetapkan serta ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat.

“Ada PLH sementara dia melaksanakan. Biar dia (Effendy Pohan) fokus dalam menghadapi tuntutan hukumnya. Sekretarisnya menjadi PLH,” sebutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari Langkat menangkap Effendy Pohan terkait penyelahgunaan anggaran APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2020 pada UPT Jalan-Jembatan Binjai dengan nilai anggaran Rp2.499.769.520.

Kasi Intel Kejari Langkat Boy Amali mengatakan pihaknya terpaksa menangkap mantan Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut itu setelah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Effendy diamankan sesaat tiba di Bandara Kualanamu Internasional Airport tepatnya di pintu Kedatangan Domestik, pada Sabtu (21/8/2021) sekira pukul 19.00 WIB.

“Bahwa tersangka Effendy Pohan juga akan dilakukan penahanan terhitung mulai tanggal 21 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 09 September 2021 di Rutan Tj. Pura selama 20 hari,” kata Boy.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer