Connect with us

Nasional

Jutaan Data Pasien Covid-19 Milik Kemenkes Diduga Bocor, Kominfo Telusuri Sumber

“Menteri Kominfo Johnny G. Plate telah memerintahkan jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan dan memulai proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,”

Diterbitkan

on

Suara Pakar - Data Pasien Covid-19
Foto ilustrasi kebocoran data, (Sumber: Istockfoto).

Suarapakar.com – Jutaan data pribadi pasien Covid-19 milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diduga bocor. Data berupa rekam medis diduga dijual di forum gelap Raid Forum.

Dokumen yang diduga bocor tersebut merupakan isi rekam medis pasien. Sampel dokumen pasien sebanyak 720 GB, dokumen yang bocor tersebut berjudul Indonseia Medical Patient Information.

Data meliputi NIK kependudukan pasien, anamnesis atau data keluhan utama pasien, diagnisos dengan kode ICD 10 atau pengkodean diagnosis internasional, pemeriksaan klinis, ID rujukan, pemeriksaan penunjang, hingga rencana perawatan.

Menanggapi temuan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebut segera melakukan penelusuran terkait sumber kebocoran.

“Menteri Kominfo Johnny G. Plate telah memerintahkan jajaran terkait untuk berkomunikasi secara intensif dengan Kementerian Kesehatan dan memulai proses penelusuran lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Juru Bicara Kemenkominfo, Dedy Permadi melalui keterangan tertulis, Kamis (6/1/2021).

Dedy menuturkan, Kementerian Kesehatan juga tengah melakukan langkah-langkah internal merespons dugaan kebocoran yang terjadi. Termasuk salah satunya melakukan koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Lebih lanjut Dedy mengatakan bahwa pihaknya meminta seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) baik publik maupun privat yang mengelola data pribadi untuk secara serius memerhatikan kelayakan dan keandalan pemrosesan data pribadi yang dilakukan oleh PSE terkait.

“Baik dari aspek teknologi, tata kelola, dan sumber daya manusia,” tutur Dedy.

Kemenkes Selidiki dan Evaluasi Sistem

Sementara itu, Kemenkes juga mengaku tengah menyelidiki dan mengevaluasi sistem usai temuan dugaan kebocoran data tersebut. Data yang tersebar itu dilaporkan berasal dari 6 juta pasien.

“Kami sedang melakukan assessment terhadap permasalahan yang terjadi dan mengevaluasi sistem kami,” kata Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Teknologi Kesehatan Setiaji sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Kamis (6/1/2021).

Ia juga berterima kasih kepada publik atas laporan dugaan kebocoran data ini. Ia memastikan Kemenkes akan berupaya bergerak cepat menelusuri dugaan kebocoran data dan lekas memperbaiki sistem.

Senada, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga belum bisa banyak berkomentar. Ia menyebut Kemenkes masih menelusuri kebenaran kabar kebocoran data.

“Ini harus ditelusuri dulu ya,” kata Nadia.

Berita Populer