Connect with us

Kriminal

Jual Beli Vaksin Covid-19, Oknum Dokter di Medan Dituntut 4 Tahun Penjara

Terdakwa oknum dokter Indra Wirawan perjualbelikan vaksin yang diajukan Kemenkumham Sumut.

Diterbitkan

on

Suarapakar.com - oknum dokter Indra Wirawan yang didakwa atas jual beli vaksin Covid-19
Terdakwa oknum dokter Indra Wirawan yang didakwa atas jual beli vaksin Covid-19 dituntut 4 tahun penjara. (Sumber: Istimewa/Ilham)

Suarapakar.com – Terdakwa oknum dokter Indra Wirawan dituntut 4 tahun kurungan penjara setelah diyakini menerima suap dengan memperjual belikan secara ilegal vaksin Covid-19 saat menjadi dokter di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendrik Sipahutar dalam persidangan yang berlangsung secara teleconfrence di Cakra II, Pengadilan Negeri Medan, Rabu (15/12/2021).

Hendrik memastikan terdakwa dokter Indra Wirawan telah melanggar Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dr Indra Wirawan berupa pidana penjara selama 4 tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan,” ucap Hendri di hadapan majelis hakim yang diketuai Saut Maruli.

Selain itu, Hendrik juga menuntut kepada terdakwa dr Indra Wirawan agar tetap ditahan serta membayar denda sebesar Rp100 juta.

“Dan apabila denda tersebut tidak dibayar terdakwa maka akan diganti dengan 3 bulan kurungan penjara,” tambahnya.

https://bit.ly/kodesuarapakar

Baca juga: Istri Kerja Diluar Kota, Ayah di Sumut Cabuli Anak Kandung

Terdakwa Perjualbelikan Jatah Vaksin Kemenkumham Sumut

Seperti diketahui, dalam dakwaan disebutkan, keterlibatan dokter Indra Wirawan dalam kasus jual beli vaksin ini bermula saat dia yang merupakan dokter di Rutan Tanjung Gusta dihubungi oleh terdakwa Selviwaty atas suruhan dr Kristinus Saragih.

Saksi Selviwaty membuat kesepakatan kepada terdakwa dr Indra akan diberikan uang yang dikumpulkan dari orang-orang yang akan divaksin tersebut sebesar Rp250.000 perorang untuk sekali suntik vaksin.

“Kesepakatan yang dibuat oleh saksi Selviwaty dengan terdakwa adalah bahwa dari uang sebesar Rp250.000 yang dikutip dari setiap orang yang akan divaksin maka kepada terdakwa akan mendapat Rp220.000 sedangkan sisanya Rp30.000, untuk saksi Selviwaty,” beber JPU.

Cara terdakwa dr Indra memperoleh vaksin yang akan disuntikan kepada orang-orang yang dikoordinir oleh saksi Selviwaty dengan menggunakan jatah vaksin yang diajukan pihak Kemenkumham Sumut ke Dinkes Sumut.

“Bahwa dari vaksin-vaksin yang diterima oleh terdakwa dr Indra dari saksi Suhadi selaku Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, tidak seluruhnya digunakan untuk atau sesuai dengan surat permohonan yang disampaikan oleh terdakwa kepada Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, sebagian telah digunakan oleh terdakwa untuk menvaksin orang-orang yang mau membayar yang telah dikoordinir oleh saksi Selviwaty di beberapa lokasi,” pungkas JPU.

Dalam kasus ini, Selviwaty sudah divonis 20 bulan penjara. Sedangkan dr Kristinus Saragih dituntut 3 tahun penjara.

Reporter: Ilham

Berita Populer