Connect with us

Nasional

Jokowi Sebut Ilmu Coding Lebih Penting dari Bahasa Inggris

“Bahasa bukan cuma Bahasa Inggris saja, bahasa coding ini lebih penting lagi ke depan,”

Diterbitkan

on

Jokowi Sebut Ilmu Coding Lebih Penting (suara pakar)
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Sumber: Sekretariat Kabinet RI)

Suarapakar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan bahasa kode untuk pemrograman komputer alias coding jauh lebih penting daripada Bahasa Inggris di masa depan. Karenanya, ia meminta pembelajaran bahasa coding ditingkatkan ke mahasiswa.

“Bahasa bukan cuma Bahasa Inggris saja, bahasa coding ini lebih penting lagi ke depan,” ucap Jokowi di acara Pengarahan Presiden kepada Peserta PPSA XXIII Lembaga Ketahanan Nasional di Istana Negara sebagaimana dikutip dari cnnindonesia, Rabu (13/10/2021).

Jokowi menjelaskan, bahasa coding akan penting karena di masa depan akan banyak jenis pekerjaan baru. Pekerjaan itu membutuhkan keahlian bahasa coding dan akan menggantikan jenis pekerjaan lama.

“Kasir misalnya. Dulu sangat penting. Sekarang para pemilik uang, mengelola sendiri uangnya dengan e-payment. Credit advisor juga, sangat banyak, sekarang sudah banyak. Sudah terjadi dan ke depan lebih banyak, akan berubah jadi fintech,” katanya.

Maka dari itu, menurutnya, perguruan tinggi dan para dosen sudah mulai harus menyesuaikan pembelajaran bagi mahasiswanya. Beberapa program belajar dan kurikulum sudah harus dikembangkan dan tidak bisa lagi mengajar keilmuan yang sama dari bertahun-tahun lalu.

“Pendidikan tinggi harus memfasilitasi mahasiswa untuk kembangkan talentanya, jangan dipagari oleh program-program studi di fakultas yang justru membelenggu, karena semuanya nanti akan hybrid. Hybrid knowledge, hybrid skill, semuanya akan ke sana,” tuturnya.

Baca juga: Daftar Kebijakan Plinplan Jokowi, Mulai dari Kereta Cepat hingga Amnesti Pajak

Pekerjaan Baru Mulai Beralih ke Teknologi

Lebih lanjut Jokowi menilai, nantinya bukan cuma pekerjaan baru yang muncul, tapi banyak keahlian yang tergantikan oleh teknologi. Misalnya, insinyur akan tergantikan oleh advance robotic. Begitu juga dengan dokter bedah, nantinya bisa dilakukan oleh robot.

“Perkembangan seperti ini kalau tidak kita segera antisipasi bisa tertinggal. Jadi mungkin fakultas kedokteran ya secepatnya mulai ada mata kuliah tentang robotic, sehingga skill untuk hal-hal baru selalu di-update teknologinya,” terangnya.

Khusus terkait hal itu, Jokowi ingin fakultas kedokteran secepatnya mengajarkan mata kuliah tentang robotik. Sebab, proses operasi kini bisa dilakukan dengan advance robotic, bahkan secara jarak jauh.

“Sehingga skill untuk hal-hal baru, harus selalu di-update teknologinya,” kata Jokowi.

KELASTRADING

Berita Populer