Connect with us

Nasional

Jokowi Dijuluki The King of Lip Service, BEM UI Banjir Dukungan

“Enggak usah baper semua pihak. Termasuk rektorat (UI). Jadikan kampus lahan subur bagi demokrasi, jangan jadi alat oligarki,” kata Mardani.

Diterbitkan

on

Jokowi Dijuluki The King of Lip Service (suara pakar)
Presiden Joko Widodo (Jokowi), (Sumber: Sekretariat Kabinet RI)

Suarapakar.com – Sejumlah elite partai politik ramai-ramai mendukung tindakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengkritik sekaligus menjuluki Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai The King of Lip Service.

Mereka juga kompak mengkritik langkah Direktorat UI yang memanggil pengurus BEM UI untuk dimintai keterangan terkait maksud dan tujuan kritik tersebut.

Dukungan pertama datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah. Ia menyebut mental Orde Baru (Orba) telah pindah ke Rektorat UI lantaran memanggil mahasiswa kritik pasca mengkritik Jokowi. Menurutnya, kampus harus bebas dari pengekangan.

“Semoga tindakan Rektorat UI tidak benar. Kampus harus menjadi sumber kebebasan. Masa depan kita adalah kebebasan. Meski pandemi membelenggu fisik kita, tapi jiwa dan pikiran harus merdeka. Kampus adalah persemaian generasi kepemimpinan yang harus terlepas dari pengangkangan!,” kata Fahri lewat akun twitternya, @Fahrihamzah dikutip Senin (28/6/2021).

Lalu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demorkat Irwan juga mengatakan kampus tak boleh menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan mahasiswa berpendapat. Ia pun meminta perguruan tinggi tak mematikan daya kritis para mahasiswanya.

Ia meyakini BEM UI menjuluki Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Raja Membual karena telah memiliki basis data yang kuat.

“Pihak kampus tidak boleh jadi alat Istana untuk membungkam kemerdekaan mahasiswa berpendapat,” kata Irwan.

Selain itu, dukungan juga datang datang dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia menyatakan sikap Rektorat UI dalam merespons tindakan BEM UI menjuluki Presiden Jokowi The King of Lip Service memalukan.

Menurutnya, rektorat UI seharusnya masuk ke substansi dan argumentasi dari tindakan BEM UI tersebut

“Coba masuk ke substansi dan argumentasi. Sungguh memalukan pakai ‘panggilan’ segala,” kata Fadli lewat akun Twitter miliknya, @fadlizon.

Baca juga: Pemerataan Digitalisasi, Wapres Minta Tol Langit Jangkau Papua dan Papua Barat

Mardani Ali Sera Kritik Rektorat UI: Gak Usah Baper

Sementara itu, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera meminta rektorat UI tidak terbawa perasaan alias baper dengan tindakan BEM UI menjuluki Presiden Jokowi The King of Lip Service.

Mardani mengatakan semua pihak seharusnya melihat kritik BEM UI yang menjuluki Jokowi The King of Lip Service sebagai proses pematangan kepemimpinan mahasiswa.

“Enggak usah baper semua pihak. Termasuk rektorat (UI). Jadikan kampus lahan subur bagi demokrasi, jangan jadi alat oligarki,” kata Mardani.

Di tempat terpisah, Ketua DPP PSI Tsamara Amany lewat akun Twitter-nya juga mengkritik serangan yang diterima oleh pengurus BEM UI usai menyampaikan kritik terbuka kepada Jokowi. Menurutnya, kebebasan berpendapat dijamin konstitusi.

“Kita ingin banyak anak muda masuk ke politik. Tapi kalau ada mahasiswa mengkritik lalu kita rame-rame serang pribadinya & bahkan melarang kritik tersebut, kapan politik kita bisa regenerasi?’ kata @TsamaraDKI.

Sebelumnya BEM UI menjuluki Jokowi dengan sebutanThe King of Lip Servicealias Raja Membual. Julukan itu diberikan kepada Jokowi lewat serangkaian gambar yang disunting dan diunggah dalam akun Twitter @BEMUI_Official.

Pengurus BEM UI lantas dipanggil Direktur Kemahasiswaan UI Tito Latif Indra setelah mengunggah konten berisi kritik terhadap Presiden Joko Widodo, Minggu (27/6/2021).

Jokowi Dijuluki The King of Lip Service

Jokowi dijuluki The King of Service, (Sumber: Istimewa)

GRANPRIZE

Berita Populer