Connect with us

Raket

Jelang Olimpiade, Minions dan The Daddies Jalani Menu Latihan Fisik Berat

“Latihan fisik jelang Olimpiade kali ini memang berat ya, sama beratnya dengan latihan teknik, bisa dibilang intensitasnya lebih tinggi,”

Diterbitkan

on

jelang-olimpiade-tokyo-minions-dan-the-daddies-jalani-menu-latihan-fisik-ini
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di podium Denmark Open 2019. (Sumber: Getty Images)

Suarapakar.com – Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tak cuma dipersiapkan dengan matang dari segi teknik, tapi juga dari segi fisik. Keempat pemain ini terus digembleng jelang keberangkatan ke Tokyo, karena mereka menjadi andalan tim badminton Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020.

Pelatih fisik ganda putra PBSI Ricky Susiono mengatakan, latihan jelang Olimpiade kali ini memang jauh lebih berat dari latihan sebelumnya. Dalam seminggu, Minions dan Daddies mengikuti empat sesi latihan fisik.

“Latihan fisik jelang Olimpiade kali ini memang berat ya, sama beratnya dengan latihan teknik, bisa dibilang intensitasnya lebih tinggi,” kata Ricky sebagaimana dilansir dari Bolalob, Kamis (24/6/2021).

“Hendra yang biasanya selalu tersenyum mau latihan seberat apapun, kali ini dia bilang latihannya cukup berat, tapi dia tetap habiskan program latihannya,” lanjutnya.

Dikatakan Ricky, tim Olimpiade ganda putra latihan fisik setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Jumat.

“Kalau Senin dan Jumat lebih ke latihan circuit training dengan resistance band dan sebagainya. Tujuan utamanya meningkatkan power (kekuatan) dan endurance (ketahanan). Kalau Kamis dan Jumat lebih banyak di weight training (latihan angkat beban) di gym,” jelas Ricky.

Selain itu, Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan juga mengikuti program latihan fisik berupa sprint dan sederet latihan kelincahan.

Di tengah latihan fisik yang berat, Ricky juga mesti menjaga kondisi keempat pemain ganda putra tersebut agar tetap terhindar dari cedera. Apalagi jelang keberangkatan yang tinggal beberapa minggu lagi.

“Untuk menghindari cedera, harus diperhatikan gerakannya. Selama gerakannya dilakukan dengan benar, begitu juga pemanasan dan pendinginannya, kalau semua disiplin, cedera bisa dihindari. Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan adalah pemain berpengalaman dan berkomitmen dalam menjaga kondisi mereka, mereka sudah mengerti akan hal ini,” jelas Ricky.

“Cedera itu terjadi selain karena overuse (digunakan berlebihan), juga karena ada gerakan yang tidak harmonis. Kalau overuse bisa ketahuan dan bisa diturunkan volume latihannya. Tapi kalau salah gerakan, ini yang bahaya. Makanya latihan mereka benar-benar dipantau,” sambungnya.

Baca juga: Trauma, Herry IP Berharap Kasus All England Tak Terulang di Olimpiade

Perbedaan Khusus Program Latihan The Minions dan The Daddies

Ketika ditanya apakah ada perbedaan khusus antara program latihan Minions dan The Daddies, Ricky mengatakan sebetulnya ada perbedaan, karena kondisi tiap pemain berbeda- beda. Hendra/Ahsan yang tak lagi muda, punya semangat yang tak kalah tinggi dengan Kevin/Marcus.

“Sebetulnya ada, tapi Hendra/Ahsan kan juga tidak mau kalah sama Kevin/Marcus, semua sama-sama bersaing dan mau persiapan maksimal ke Olimpiade,” ujar Ricky.

“Kevin/Marcus pun yang pengalamannya belum sebanyak Hendra/Ahsan, terus memperbaiki kekurangan-kekurangan mereka dan meningkatkan kelebihan mereka,” tambahnya.

Ricky mengatakan bahwa dari segi fisik, tim ganda putra siap untuk bertarung di Olimpiade Tokyo 2020. Program latihan fisik selama training camp di prefektur Kumamoto dan perkampungan atlet di Tokyo pun sudah disiapkan.

GRANPRIZE

Berita Populer