Connect with us

Nasional

Jamaah Thareqat Naqsabandiyah Salat Idul Adha 2021 Hari Ini

“Setelah ini kita laksanakan hewan kurban yaitu satu ekor dan tiga ekor kambing itu semua dari jamaah,”

Diterbitkan

on

Salat Idul Adha 2021 Hari Ini (Suara pakar)
Jamaah Thareqat Naqsabandiyah laksanaka salat Idul Adha hari ini. (Foto: Istimewa/M Ilham Pradilla)

Suarapakar.com – Jamaah Thareqat Naqsabandiyah Medan melaksanakan ibadah salat Idul Adha 1442 H pada hari ini, Senin (19/7/2021). Mereka merayakan hari Raya Idul Adha 1442 H satu hari lebih cepat dari keputusan Pemerintah yang jatuh Besok, Selasa (20/7/2021).

Dari pantauan tim Suara Pakar, saat terdengar suara takbir berkumandang, terlihat puluhan jamaah memasuki aula gedung yang berada di lantai dua Pondok Pesantren Darusshofa, di Desa Marindal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang.

Dewan Mursyidin Thareqat Naqsabandiyah, Syekh Muda Markum mengatakan, pihaknya mengambil keputusan lebih awal dalam menjalani ibadah salat Idul Adha ataupun perayaan idul Adha karena hal itu sudah hasil kesepakatan para pimpinan pusat Thareqat. Dimana sebelumnya keputusan ini sudah dirapatkan dengan dewan fatwa sehingga didapat hasil perhitungan hari raya Idul Adha 1442 H jatuh pada hari ini.

“Tentu kita melaksanakan salat Idul Adha kali ini merujuk pada petunjuk dan arahan dari tuan guru kita yaitu Buya Syekh Muhammad Nur Ali selaku Mursyid bahwa 10 Zulhijjah 1442 bertepatan hari ini bahwa bertepatan dengan Tahun 2021,” kata Dewan Mursyidin Thareqat Naqsabandiyah, Syekh Muda Markum saat dikonfirmasi usai menjalani ibadah salat Idul Adha.

Baca juga: Menag Minta Masyarakat Tak Mudik Idul Adha Selama PPKM Darurat

Jamaah Thareqat Naqsabandiyah Medan Salat Idul Adha 1442 H di Dua Titik

Jamaah Thareqat Naqsabandiyah laksanaka salat Idul Adha hari ini, (Sumber: Istimewa/M Ilham Pradilla)

Lebih lanjut dijelaskannya, perayaan salat Idul Adha jamaah Thareqat Naqsabandiyah tahun 1442 H di Sumatera Utara dibagi menjadi dua lokasi, yakni di Langkat, Deliserdang dan Medan. Untuk di Medan dilaksanakan di pesantren Darusshofa.

Sementara, di wilayah lain dilaksanakan di pesantren pusat yakni di Bandar Tinggi, Simalungun.

Markum menyebutkan, dengan adanya peraturan PPKM Darurat banyak jamaah yang tidak melakukan salat akibat penyekatan beberapa titik. Selain itu, pihaknya juga membatasi jumlah jamaah karena adanya PPKM Darurat. Bahkan ceramah khutbahnya pun lebih dipersingkat.

“Tentu kita selaku warga negara dan Jamaat Tarekat Naqshabandiyah senantiasa melaksanakan himbauan-himbauan melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Usai melaksanakan sholat berjamaah, seluruh jamaah melakukan sarapan bersama. Setelah itu, jamaah akan lakukan kurban yang akan memotong satu ekor sapi dan tiga ekor kambing.

“Setelah ini kita laksanakan hewan kurban yaitu satu ekor dan tiga ekor kambing itu semua dari jamaah,” tutur Markum.

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer