Connect with us

Kriminal

Jadi Tersangka, Polisi Pemerkosa Remaja di Polsek Dipecat

“Div Propam Polri mengimbau kepada seluruh anggota masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aplikasi Propam Presisi apabila ada anggota Polri yang berpotensi melanggar sumpah dan jabatan,”

Diterbitkan

on

Ilustrasi polisi. (Foto: Istimewa)

Suarapakar.com – Polri pecat Briptu II, oknum polisi pemerkosa remaja di Mapolsek Jailolo Selatan, Desa Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo menegaskan, perbuatan pencabulan dan persetubuhan oleh Briptu II yang ditetapkan sebagai tersangka, telah mencederai institusi Polri.

“Bid Propam Polda Maluku Utara dan Div Propam Polri akan memproses Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) kepada yang bersangkutan melalui mekanisme Sidang Komisi Kode Etik Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Ferdy dalam keterangannya melansir Liputan6.com, Kamis (24/6/2021).

Atas nama Polri, lanjut dia, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perbuatan keji Briptu II.

“Proses pendampingan terhadap korban dilakukan oleh Bareskrim Polri dan proses penyidikan dilakukan Polda Maluku Utara supaya dikenakan pasal pidana seberat-beratnya,” sebut Ferdy.

Dia menyatakan, setiap anggota Polri yang melakukan perbuatan tercela dan menimbulkan kegaduhan di masyarakat akan segera ditindak tanpa pandang bulu.

“Div Propam Polri mengimbau kepada seluruh anggota masyarakat untuk berperan aktif melaporkan aplikasi Propam Presisi apabila ada anggota Polri yang berpotensi melanggar sumpah dan jabatan,” kata dia.

Baca juga: Usai Diinterogasi, Remaja Wanita Diperkosa Oknum Polisi di Polsek

Briptu II Ditetapkan Jadi Tersangka dan Telah Ditahan

Polisi menetapkan Briptu II, oknum polisi yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap remaja putri di Polsek Jailolo Selatan, Desa Sidangoli, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara sebagai tersangka.

Dia disangkakan dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara.

“Kita terapkan dengan UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun lebih,” kata Kabid Humas Polda Malut, Kombes Adip Rojikan.

Adip mengungkapkan, pelaku pemerkosaan itu saat ini ditahan di Polres Ternate.

“Kepada tersangka itu sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan saat itu juga,” jelasnya.

Rekonstruksi kasus pemerkosaan pun telah dilakukan. Dalam waktu dekat, Adip mengaku, pihaknya bakal menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan.

“Sudah dilakukan rekonstruksi dan dalam waktu dekat, terhadap yang bersangkutan berkasnya akan diselesaikan dan dikirim ke jaksa,” kata dia.

GRANPRIZE

Berita Populer