Connect with us

Kriminal

Inses Kakak-Adik di Sumut Hingga Hamil 6 Bulan

“Pelaku melakukan itu di kamar korban dan di mulai pada bulan April sampai Juni 2021,”

Diterbitkan

on

Inses Kakak-Adik di Sumut Hingga Hamil 6 Bulan (suara pakar)
Polres Nias mengamankan remaja SN (15) usai menyetubuhi kakak kandunya berkali-kali hingga hamil 6 bulan. (Sumber: Humas Polres Nias/Ilham).

Suarapakar.com – Seorang remaja wanita di Kabupaten Nias, Sumatera Utara hamil 6 bulan akibat hubungan terlarang dengan adik kandungnya.

Kasus ini telah ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Nias dan telah menahan sang adik, SN (15) yang ditetapkan sebagai tersangka usai menghamili sang kakak, YN (17). Hasil pemeriksaan, terungkap hubungan sedarah itu telah dilakukan keduanya berkali-kali.

Pelakunya sudah diamankan,” ungkap Kasat Reskrim Polres Nias AKP Iskandar Ginting, Selasa (23/11/2021).

Iskandar mengungkapkan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, di hadapan penyidik pelaku mengaku sudah menyetubuhi kakak kandungnya sebanyak 5 kali. Akibat perbuatan sang adik, korban kini mengandung janin bayi umur enam bulan lebih.

Iskandar menyebutkan, pihaknya segera merampungkan berkas pemeriksaan untuk dilakukan pelimpahan ke Kejaksaan.

“Karena pelaku masih dibawah umur, segera mungkin kita limpahkan ke Jaksa,” jelasnya.

Iskandar mengatakan kasus hubungan sedarah anak dibawah umur ini mendapat pendampingan dari Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Kabupaten Nias.

“Terhadap pelaku yang juga masih di bawah umur juga mendapat pendampingan dari PKPA,” ujarnya.

Suarapakar - Kelas trading 1 bulan Fakar Suhartami Pratama

Baca juga: Pisah dengan Istri, Bayi 4 Tahun di Sumut Dibunuh Ayah Kandungnya

Hubungan Terlarang Kakak-Adik Sejak April 2021

Iskandar mengungkapkan, hubungan sedarah itu dilakukan pelaku terhadap kakaknya, akibat terkontaminasi film porno. Dampak buruk tersebut, pelaku pun menyetubuhi sang kakak didalam kamar mereka.

“Pelaku melakukan itu di kamar korban dan di mulai pada bulan April sampai Juni 2021,” terangnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dipersangkakan Pasal 81 ayat (1), (3) dari Undang-undang (UU) RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU nomor 23 tahun 2002 Jo UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Reporter: Ilham

KELASTRADING

Berita Populer