Connect with us

Al Islam

Ini Hukum dan Tata Cara Aqiqah Berdasarkan Hadits Shahih

Aqiqah adalah amalan simbolik dalam ajaran Islam, yang dilakukan pada hari ke tujuh ketika lahirnya seorang anak manusia, untuk memutus sifat ‘kebinatangan’ yang ada pada dirinya dan memunculkan sifat ketakwaannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Diterbitkan

on

Tata Cara Aqiqah (suara pakar)
Anak yang lahir tergadai dengan aqiqah! Ini tata cara aqiqah berdasarkan hadits shahih! (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Hukum pelaksanaan Aqiqah adalah Sunnah Mu’akkad (sangat dianjurkan). Ini tata cara aqiqah berdasarkan hadits shahih!

Berikut ini haditsnya,

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundab ia berkata, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” (Hadits Riwayat Abu Daud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa-i 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, dan riwayat lainnya).

3 Hal yang Dilakukan Pada Pelaksanaan Aqiqah

Berdasarkan hadits shahih di atas, jelaslah bahwa ada tiga hal yang harus dilakukan dalam pelaksanaan Aqiqah yaitu,

1. Menyembelih Hewan (Kambing)

Pada hari ketujuh disunnahkan untuk menyembelih hewan kambing dengan ketentuan yang terdapat dalam keterangan hadits berikut ini,

أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari Aisyah ia berkata, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama (jenis dan bentuknya) dan bayi perempuan satu kambing.” (Hadits Riwayat Ahmad 2/31, 158, 251, Tirmidzi 1513, Ibnu Majah 3163, dengan sanad Hasan).

Lalu pertanyaannya, bagaimana jika anaknya lahir kembar?

Jika anaknya terlahir kembar, maka untuk masing-masing disembelih satu ekor kambing. Berdasarkan hadits berikut.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Hasan dan Husain (cucu Rasulullah) telah diaqiqahkan dengan satu kambing dan satu kambing.” (Hadits Riwayat Abu Daud 2841, Ibnu Jarud dalam kitab Al Muntaqa (912), Thabrani (11/316) dengan sanadnya Shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel).

Baca juga: Ini Doa Orang Tua untuk Anak-Anaknya!

2. Memberi Nama

Berilah nama terbaik bagi anak yang baru lahir. Nama tersebut setidaknya mengandung doa untuk masa depan kehidupannya kelak. Allah Subhanahu Wa Ta’ala melarang memberi gelar / nama yang buruk.

Sebagaimana Firman-Nya,

وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“… dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zholim.” (Surat ke-49 Al Hujurat, ayat 11).

3. Mencukur Rambutnya

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan dan Husein, ia berkata, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” (Hadits Riwayat Ahmad 6/390, Thabrani dalam Mu’jamul Kabir 1/121/2, dan Al Baihaqi 9/304, dari Syuraiq dari Abdillah bin Muhammad bin Uqoil, Sanadnya Hasan.

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer