Connect with us

Al Islam

Ini Hadits Shahih Sholat Sunnat yang Mengiringi Sholat Fardhu!

Ada dua macam sholat sunnat yang mengiringi sholat fardhu, yaitu Muakkad (sangat dianjurkan) dan Ghoiru Muakkad (tidak terlalu dianjurkan).

Diterbitkan

on

Hadits Shahih Sholat Sunnat (suara pakar)
Dalam salah satu hadits shahih sholat sunnat rawatib yang tegas disebutkan jumlahnya 10. Ini haditsnya! (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Sholat sunnat yang mengiringi sholat fardhu (sholat wajib lima waktu) disebut juga dengan istilah sholat rawatib. Berdasarkan hadits shahih sholat sunnat rawatib terbagi dalam dua macam. Yaitu,

1. Sholat Rawatib Muakkad

Arti muakkad adalah ‘sangat dianjurkan’. Maka berdasarkan hadits Shahih, dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

حَفِظْتُ مِنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ فِى بَيْتِهِ ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ

“Aku selalu menjaga dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh rakaat (sunnah rawatib), yaitu dua rakaat sebelum Zhuhur, dua rakaat sesudah Zhuhur, dua rakaat sesudah Maghrib di rumahnya, dua rakaat sesudah ‘Isya di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Shubuh.” (Hadits Riwayat Bukhari No. 1180).

Perhatikan Hal yang Sangat Dianjurkan dalam Hadits di atas!

• Waktu Zhuhur, sholat sunnat dilakukan sebelum dan sesudahnya masing-masing dua rakaat.

• Waktu Ashar, sholat sunnat tidak termasuk muakkad.

• Waktu Maghrib, sholat sunnat dilakukan sesudahnya dua rakaat di rumah masing-masing.

• Waktu Isya, sholat sunnat dilakukan sesudahnya dua rakaat di rumah masing-masing.

• Waktu Shubuh, sholat sunnah dilakukan sebelumnya dua rakaat.

Mengapa Maghrib dan Isya dianjurkan sholat sunnatnya di rumah masing-masing?

Karena berdasarkan hadits dari Jabir, ia mengatakan bahwa Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قَضَى أَحَدُكُمُ الصَّلاَةَ فِـي مَسْجِدِهِ فَلْيَجْعَلْ لِبَيْتِهِ نَصِيْباً مِنْ صَلاَتِهِ، فَإِنَّ اللهَ جَاعِلٌ فِي بَيْتِهِ مِنْ صَلاَتِهِ نُوْرًا

“Jika salah seorang di antara kalian telah menunaikan sholat di masjidnya, maka hendaklah ia memberi jatah sholat bagi rumahnya. Karena sesungguhnya Allah menjadikan cahaya dalam rumahnya melalui sholatnya.” (Hadits Riwayat Muslim I/239 No. 778).

Baca juga: Lupa Salah Satu Rukun Sholat? Lakukan Sujud Sahwi! Ini Caranya!

2. Sholat Rawatib Ghoiru Muakkad

Ghoiru muakkad adalah sunnah yang tidak terlalu dianjurkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam. Karena tidak rutin dikerjakan oleh Rasulullah. Hanya sesekali saja.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits dari ‘Abdullah bin Mughaffal Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، بَيْنَ كُلِّ أَذَانَيْنِ صَلاَةٌ، ثُمَّ قَـالَ فِي الثَّالِثَةِ: لِمَنْ شَاءَ.

“Di antara dua adzan (antara adzan dan iqamat) ada sholat, di antara dua adzan ada sholat.” Kemudian beliau berkata pada kali yang ketiga, “Bagi siapa saja yang menghendakinya.” (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘alaih).

Maka bagi yang ingin melakukan sholat sunnat sebelum Ashar, Maghrib, dan Isya tidak ada larangan padanya. Apakah Rasulullah melakukannya? Belum kami temukan haditsnya! Ada kemungkinan sesekali Rasulullah melakukannya. Wallahu a’lam.

Adapun yang terdapat dalam hadits terkait mengenai sholat sunnat sebelum sholat Ashar. Kedudukan haditsnya Hasan, redaksi haditsnya pun berbentuk doa Rasulullah kepada orang yang melakukan sholat sunnat 4 rakaat sebelum Ashar.

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا

“Semoga Allah merahmati orang yang sholat empat rakaat sebelum Ashar.” (Hadits Riwayat Tirmidzi).

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer