Connect with us

Al Islam

Ini Cara Wudhu yang Benar Berdasarkan Al Quran dan Hadits!

Wudhu pada dasarnya adalah sebagai salah satu syarat sah nya sholat bagi umat Islam. Maka jika wudhunya salah, maka sholatnya tidak sah.

Diterbitkan

on

Cara Wudhu yang Benar (suara pakar)
“Tak akan diterima sholatnya orang yang ber-hadats sampai ia berwudhu’.” (Hadits). Ini cara wudhu yang benar! (foto: Suarapakar.com).

Suarapakar.com – Bagian-bagian yang Wajib di cuci (basuh) dan sekadar diusap (disapu) dalam wudhu, dijelaskan Al Quran Surat ke-5, ayat 6. Kemudian Rasulullah mencontohkan tata cara lengkap beserta bagian yang sunnah, dalam haditsnya. Ini lah cara wudhu yang benar berdasarkan Al Quran dan Hadits!

Firman Allah Subhanahu Wa ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, …” (Surat ke-5 Al Maidah, ayat 6).

Dari ayat ini, tidak ada perselisihan antara ulama, bahwa setiap umat Islam yang akan melaksanakan sholat baik sholat fardhu maupun sholat sunnah, maka Wajib berwudhu terlebih dahulu.

Jika ada yang berpendapat bahwa sah sholat meskipun tidak berwudhu, maka dapat dipastikan ia ingkar dari ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pada ayat di atas.

Sebagaimana Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menegaskan dalam sabdanya,

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

“Tak akan diterima sholatnya orang yang ber-hadats sampai ia berwudhu’.” (Hadits Riwayat Bukhari No. 135 dan No. 6954, serta Muslim No. 536).

Baca juga: Sombong Kepada Orang Sombong, Ini Bukan Hadits!

Hal-Hal yang Wajib dalam Wudhu

Adapun bagian-bagian yang Wajib dalam wudhu dari keterangan Al Quran tersebut adalah,

1. Mencuci Wajah,

2. Mencuci kedua tangan dari ujung jari sampai siku, (bukan sebaliknya: siku ke ujung jari),

3. Menyapu atau mengusap bagian kepala termasuk telinga, (bukan sekadar rambut, tapi kepala, termasuk telinga yang merupakan bagian dari kepala),

4. Dan mencuci kedua kaki dari ujung jari sampai mata kaki.

Hal-Hal yang Disunnahkan Sekaligus Sebagai Kesempurnaan Wudhu

Sedangkan hal-hal yang disunnahkan sekaligus sebagai kesempurnaan dalam wudhu adalah sebagai berikut,

1. Membaca Bismillahirrahmaanirrahiim dalam hati, sambil mencuci dua telapak tangan sampai pergelangan tangan sebanyak 3 kali.

2. Berkumur-kumur dan membuangnya sebanyak 3 kali

3. Menghirup air ke dalam hidung dan membuangnya sebanyak 3 kali

4. Mencuci / membasuh wajah sebanyak 3 kali

5. Mencuci / membasuh dua tangan dari ujung jari sampai siku sebanyak 3 kali

6. Menyapu / mengusap kepala dan telinga satu kali saja.

7. Dan Mencuci / membasuh dua kaki dari ujung jari sampai mata kaki sebanyak 3 kali.

Keterangan mengenai kesempurnaan wudhu di atas, berdasarkan hadits dari Humran bekas budak ‘Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘anhu, …

Ia (Utsman bin Affan) kemudian berkata,

“Aku pernah melihat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu sebagaimana wudhu ku ini, … (Hadits Riwayat Muttafaqun ‘Alaihi).

8. Membaca Doa sesuai hadits berikut,

عن عمر بن الخطاب رضي الله عبه قال: قال رسول الله صلي الله عليه وسلم :” من توضأ فأحسن وضوءه ثم قال : أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله أللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين , فتحت أبواب الجنة الثما نية يدخلها من أيها شاء ” .(( رواه التر ميذي

Dari Umar Bin Al khoththob Radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasululah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Barang siapa berwudhu lalu membaguskan wudhunya, kemudian setelah itu membaca,

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأن محمدا عبده ورسوله أللهم اجعلني من التوابين واجعلني من المتطهرين

ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLA-ALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASUULUH, ALLAHUMMA-AJ’ALNII MINATTAWAABIIN, WAAJ’ALNII MINAL-MUTATHOHHIRIIN.

“Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah,Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah jadikanlah aku sebagian dari orang-orang yang bertaubat, dan bagian dari orang-orang yang mensucikan diri,

Maka dibukalah delapan pintu surga yang dapat ia masuki dari manapun pintu yang ia kehendaki.” (Hadits Riwayat At Tirmidzi, 55).

Wallahu a’lam,

GRANPRIZE

Berita Populer