Connect with us

Amerika

Hubungan AS dan Sudan Kembali Mencair Setelah 30 Tahun Membeku

Satu hari sebelum kapal AS berlabuh di Laut Merah, Sudan, Kapal Rusia telah lebih dahulu berlabuh di kawasan itu.

Diterbitkan

on

hubungan as dan sudan (suara pakar)
Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. (Foto: AFP/Roslan Rahman)

Suarapakar.com – Hubungan AS dan Sudan kembali mencair setelah 30 tahun hubungan kedua negara itu renggang yang ditandai dengan berlabuhnya kapal Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Laut Merah, Sudan.

Direktur Urusan Maritim untuk Armada Keenam Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Michael Baze mengungkapkan salah satu alasan kehadirannya bersama 300 marinir AS ke perairan Sudan karena ingin mengembangkan kemitraan dengan Angkatan Laut di Sudan.

“Alasan saya di sini karena saya ingin mempelajari lebih lanjut tentang negara Anda dan mengembangkan kemitraan dengan angkatan laut Anda,” jelas Laksmana Muda Michael Baze, melansir dari cnnindonesia, Selasa (2/3/2021).

Kehadiran kapal AS tersebut setelah AS menghapus Sudan dari daftar negara yang mensponsori terorisme.

Kedatangan kapal laut USS Winston Churchill disambut oleh sejumlah militer Sudan. Pejabat Sudan pun berencana akan mengunjungi kapal tersebut, untuk menjajaki potensi kerjasama yang bisa dilakukan antar kedua negara itu.

Tak menutup kemungkinan, hubungan AS dan Sudan dimulai dari kerjasama di bidang kemananan dan stabilitas negara.

Baca juga: Gunung Es Berukuran Raksasa di Antartika Terbelah, Besarnya Dua Kali Jakarta

Rusia Duluan Kunjungi Sudan

Komandan Armada Port Sudan, Kolonel Ibrahim Hammad menilai kunjungan tersebut sebagai langkah awal yang baik. Khususnya, untuk memulihkan hubungan kedua negara yang sudah renggang selama kurun waktu 30 tahun terakhir.

“Kunjungan ini dianggap sebagai kunjungan yang sangat penting untuk memulihkan hubungan Amerika-Sudan,” papar Kolonel Ibrahim Hammad.

Anehnya, satu hari sebelum kapal AS berlabuh di Laut Merah, Sudan, Kapal Rusia telah lebih dahulu berlabuh di kawasan itu.

Kedatangan kedua kapal AS dan Rusia itu menjadi tanda persaingan internasional untuk mendapatkan pengaruh di Sudan. Terlebih lagi, penguasa lama Sudan, Omar al- Bashir sudah digulingkan pada 2019 lalu.

Berita Populer