Connect with us

Kriminal

Hilangkan Barang Bukti Korupsi, Karyawati Bakar SPBU di Jakarta

“Kertas-kertas dokumen itu dibakar korek, dibakar kan di meja kemudian begitu terbakar menyebabkan meja kursi yang lain ikutan terbakar,”

Diterbitkan

on

Hilangkan Barang Bukti Korupsi, Karyawati Bakar SPBU di Jakarta (suara pakar)
Petugas Damkar memadamkan api yang membakar kantor SPBU di di Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat, yang dibakar oleh terduga pelaku, RWA. (Sumber: Istimewa)

Suarapakar.com – Seorang karyawati nekat bakar SPBU tempat dia bekerja di Jalan Pramuka, Senen, Jakarta Pusat. Aksi itu dilakukan untuk menghilangkan barang bukti korupsinya.

Peristiwa tersebut terkuak setelah terjadi kebakaran di kantor SPBU tersebut pada Rabu (2/6/2021) lalu. Api diketahui menyala dari ruangan RWA bekerja. Empat hari setelah kejadian itu, pihak SPBU menemukan dugaan penggelapan uang perusahaan. Temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Senen Kompol Ari Susanto mengatakan, setelah mendapat laporan tersebut pihaknya kemudian menggelar penyelidikan. Kasus yang dilaporkan ternyata berkaitan dengan kebakaran yang terjadi pada 2 Juni 2021 lalu.

“Setelah memeriksa saksi-saksi tim Resmob kami mencurigai salah satu karyawan, karyawati di SPBU tersebut di mana pada saat kejadian yang bersangkutan tidak ada di tempat,” ujar Ari, melansir Kumparan.com, Kamis (1/7/2021).

Kecurigaan penyidik mengarah ke RWA. Perempuan 27 tahun itupun akhirnya diamankan di sebuah hotel beberapa hari setelah laporan.

“Lalu dilakukan pemeriksaan yang mengakui telah melakukan pembakaran kantor SPBU tersebut dengan maksud menghilangkan barang bukti uang yang digelapkan di kantor tersebut. Di mana karyawan tersebut bekerja di SPBU tersebut,” kata Ari.

Baca juga: Terekam CCTV, Pemuda di Lampung Tewas Dibacok 2 Pria

Pelaku Bakar Dokumen Penjualan Bensin Senilai Rp165 Juta Rupiah

Diketahui yang dibakar oleh RWA adalah dokumen penjualan bensin. Nilainya mencapai Rp165 juta rupiah.

“Kertas-kertas dokumen itu dibakar korek, dibakar kan di meja kemudian begitu terbakar menyebabkan meja kursi yang lain ikutan terbakar,” jelas Ari.

Dalam kasus pembakaran ini, polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp3 juta. Selain itu juga pakainan dan tas bermerek Channel yang dibeli tersangka dengan uang hasil penggelapan tersebut.

Ari juga memastikan, saat ini pelaku telah ditahan. Dia dijerat dengan pasal berlapis dalam KUHP.

“Pasal 374 tentang penggelapan dan jabatan dan Pasal 187 tentang kebakaran,” pungka Ari.

Pasal terakhir adalah yang paling berat hukumannya yaitu 12 tahun penjara.

GRANPRIZE

Berita Populer