Connect with us

Nasional

Hari Pertama PPKM Darurat di Medan, Tercatat 12 Pelanggar Telah Disidang

Para pelanggar PPKM Darurat tersebut berasal dari kalangan pedagang kuliner, pedagang ponsel hingga bengkel.

Diterbitkan

on

12 Pelanggar Telah Disidang (suara pakar)
Kepala Bidang Penindakan PPKM Darurat, Yohardani, (Foto: M Ilham Pradilla/Suara Pakar)

Suarapakar.com – Pemerintah Kota Medan sudah melakukan sidang kepada 12 pelanggar penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada hari pertama di wilayah Kota Medan. Sidang tersebut dilaksanakan di Gedung PKK kota Medan, Jalan Rotan, Petisah Tengah, Medan Petisah, Kota Medan, Kamis (15/7/2021) Sore.

Kepala Bidang Penindakan PPKM Darurat Kota Medan, Yohardani menyatakan bahwa saat ini sudah tercatat 12 pelanggar PPKM Darurat. Yang terdiri dari kalangan non esensial, yakni pelaku usaha atau pedagang.

“Untuk hari ini, Kamis khusus untuk lokasi PKK tempat penindakan yustisi kita berdampingan dengan Polrestabes Medan dengan Polda Sumut kita sudah menindak 12 pelanggar,” katanya kepada Suara Pakar, Kamis (15/7/2021).

Dari 12 pelaku pelanggaran PPKM Darurat tersebut, tercatat satu orang yang terpaksa harus disidangkan dengan denda dan hukuman kurungan selama dua hari.

“Satu pelanggar itu ditindak yustisi proses sidang cepat dengan denda Rp300 ribu dan kurungan penjara,” ujarnya.

Salah seorang pelanggar itu adalah pedagang kuliner sekaligus pemilik warung kopi yang berada di Jalan Gatot Subroto bernama Rakesh. Ia didenda sebesar Rp300 ribu dan kurungan selama dua hari karena melakukan pelanggaran PPKM Darurat dan melawan aparat.

Baca juga: Tolak Ditutup, Pemilik Warung Siram Petugas dengan Air Panas

11 Pelanggar Dikenakan Sanksi Administratif

Lebih lanjut Yohardani mengungkapkan, adapun sebelas pelanggar yang lain hanya dikenakan sanksi administratif. Namun, tetap masih dalam pengawasan.

Jadi, apabila ketahuan melakukan pelanggaran PPKM Darurat lagi, maka akan diperlakukan tindakan hukum.

“Dan 11 lagi di lakukan pemberkasan administrasi sanksi itu kita berikan. Nantinya ini akan kita awasi sampai dengan tanggal 20 Juli 2020. Jika sebelas orang ini tidak melakukan pelanggaran,” ungkapnya.

“Nah kalau mereka melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sama akan kita ajukan ke proses meja hijau,” lanjutnya.

Ia menyebutkan bahwa mayoritas para pelanggar PPKM Darurat tersebut berasal dari kalangan pedagang kuliner, pedagang ponsel hingga bengkel.

“Semua pedagang. Cuma bermacam-macam, ada pedagang ponsel dan juga kuliner. Maupun yang non esensial. Untuk di warung makan, seharusnya tidak ada yang makan di tempat,” imbuhnya.

Reporter: M Ilham Pradilla

GRANPRIZE

Berita Populer