Connect with us

Nasional

Habib Rizieq Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Swab RS UMMI

Habib Rizieq dianggap berbohong karena membuat video mengenai testimoni pelayanan RS UMMI, Bogor.

Diterbitkan

on

Habib Rizieq Shihab. (Foto: dok. kuasa hukum Habib Rizieq)

Suarapakar.com – Majelis Hakim PN Jakarta Timur memvonis Habib Rizieq Shihab (HRS) selama 4 tahun penjara, terkait kasus tes swab RS UMMI Bogor. Hakim menilai Habib Rizieq bersalah atas dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan membuat keonaran.

Sebelum vonis, Majelis Hakim menyebut pernyataan Habib Rizieq mengenai kabar kesehatan usai dilakukan rapid tes antigen di RS UMMI sebagai kebohongan.

Menurut Ketua Majelis Hakim Khadwanto mengatakan, HRS belum melakukan swab PCR. Pasalnya, berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan no HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang pedoman pencegahan pengendalian Covid-19 tanggal 13 Juni 2020, kondisi HRS disebut sebagai probable Covid-19.

“Sehingga menurut Majelis Hakim, walaupun terhadap terdakwa belum dilakukan swab PCR, tetap saja tidak bisa dikatakan terdakwa dalam keadaan segat,” ujar Majelis Hakim melansir Okezone.com, dalam persidangan di PN Jakarta Tikur, Kamis (24/6/2021).

Baca juga: Pemprov Sumut Kembali Memperpanjang PPKM Mikro hingga 5 Juli 2021

HRS Dianggap Membuat Video Kebohongan

Habib Rizieq dianggap berbohong karena membuat video mengenai testimoni pelayanan RS UMMI, Bogor. Dalam video tersebut Rizieq menyatakan, dirinya sehat, padahal saat itu pasien probable Covid-19.

Dari informasi yang dihimpun, probable Covid-19 merupakan orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat atau gagal napas akibat aveoli paru-paru penuh cairan (ARDS).

“Sehingga pemberitahuan/pernyataan yang disampaikan oleh terdakwa melalui video dengan judul testimoni IB HRS untuk pelayanan RS Ummi adalah terlalu dini dan mengandung kebohongan karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” jelas Majelis Hakim.

Kebohongan itu diperkuat dengan pernyataan Rizieq melalui video tersebut dengan mengatakan dirinya sudah merasa segar. Dia juga mengaku hasil pemeriksaan dalam keadaan baik dan berharap ke depan dalam keadaan sehat tanpa menunggu hasil swab PCR Rizieq.

“Karena terdakwa sudah tahu dirinya reaktif Covid-19/probable Covid-19 namun terdakwa tetap menyampaikan pernyataan/pemberitahuan, sehingga Majelis Hakim berkeyakinan bahwa terdakwa telah mengeluarkan pemberitahuan kabar bohong,” ungkap Majelis Hakim.

GRANPRIZE

Berita Populer